Abstrak


Library Move On: Bangga Menjadi Pustakawan


Oleh :
Riah Wiratningsih - 197608132000032001 - Staf

<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]-->

Pilihan pekerjaan melalui jenjang pendidikan yang ditempuh, diambil berdasarkan ketertarikan atau kebanggaan  seseorang tentang pekerjaan tersebut. Bagaimana halnya dengan bekerja sebagai pustakawan? Di manakah letak kebanggan bekerja sebagai pustakawan? Melalui studi pustaka dan deskripsi fenomena yang ada tentang image  pustakawan  (perguruan tinggi), penulis bermaksud mengajak pustakawan untuk bangga dengan profesinya. Perpustakaan  telah bertransformasi dari  era Gutenberg ke era Zuckerberg. Keahlian memberikan literasi informasi dan pemanfaatan media sosial sebagai jejaring dengan komunitas luar merupakan  “tool” untuk memberikan “nilai” profesi pustakawan. Dalam konteks  ini pustakawan telah mampu memberikan kontribusi pedagogi. Pustakawan sebagai gateway untuk  pengetahuan, dimana literasi informasi bukanlah hanya tentang teknologi tetapi tentang pedagogi. Inilah yang membuat bangga, inilah porsi pustakawan. Dasar kebanggaan ini menjadikan passion bekerja di perpustakaan, dimanapun anda berada di bagian layanan perpustakaan serasa menyenangkan menjadi pustakawan. Saya bangga menjadi pustakawan.

Kata kunci: image pustakawan, era Gutenberg ke era Zuckerberg, literasi informasi, pedagogi, passion

<!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} </style>