Abstrak


Upaya ketahanan bermukim masyarakat kawasan rawan bencana lereng gunung merapi


Oleh :
Fitri Rahmawati - D.0311032 - Fak. ISIP

Sejalan dengan penelitian tersebut, metode penelitian yang digunakan
ialah kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Teknik pengumpulan data
menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih
dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teori AGIL (
Adaptation, Goal Attaiment, Integration, Latency) oleh Talcott Parsons, untuk
melihat sistem yang berjalan dalam bertahan bermukim dimasyarakat kawasan
rawan bencana lereng gunung merapi. Data dianalisis dengan analisis model
interaktif yang menggunakan tiga komponen utama, yaitu reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan
Hasil Penelitian yang diperoleh dari upaya ketahanan bermukim
masyarakat kawasan rawan bencana leeng Gunung Merapi, didapatkan
kesimpulan bahwa alasan bertahan bermukim masyarakat didasari pada alasan
historis, ekonomi dan sosial dimana hidup dekat dengan merapi merupakan
yang sudah dijalankan bertahun-tahun, ikatan sosial yang terjalin sangat erat
yang membuat masyarakat tetap bertahan bermukim serta lingkungan atau
wilayah tersebut merupakan mata pencarian warga sekitar yang mayoritas
agraris . Upaya Ketahanan bermukim yang dilakukan ialah mengurangi
kerentanan yang ada, meningkatkan tanggap akan resiko bencana yang terjadi,
menjalin hubungan dengan pihak-pihak luar seperti LSM dan organisasi lainnya
yang membantu akan kegiatan pelatihan pengurangan resiko bencana. Kegiatan
pendampingan dalam pelatihan pengurangan resiko bencana menjadi faktor
pendukung masyarakat dalam bertahan bermukim. Faktor penghambat bertahan
bermukim masyarakat ilah tentang peraturan yang melarang untuk tinggal
dikawasan rawan bencana III. Berdekatan dengan merapi, dekat juga akan
bencana yang akan datang, tetapi penduduk sekitar menganggap bahwa dimana
mereka akan tinggal bahaya akan bencana sudah menjadi takdir yang tidak
dapat terelakan.
kata kunci : Upaya, Ketahanan bermukim, Kerentanan