Abstrak


Pengaruh Pemberian Ekstrak Biji Kelengkeng (Euphoria longan [Lour.]) Terhadap Kadar Kreatinin Darah Mencit yang Diinduksi Parasetamol


Oleh :
Grace Kalpika Taruli Siagian - G.0012086 - Fak. Kedokteran

Latar Belakang: Penyakit akibat kerusakan ginjal di Indonesia mengalami peningkatan, dengan kasus terbanyak adalah Nekrosis Tubular Akut (NTA). Diagnosis ditetapkan melalui pemeriksaan kadar kreatinin serum yang berkaitan dengan gangguan klirens ginjal yang disebabkan oleh nefrotoksin seperti Parasetamol dosis toksik melalui mekanisme Reactive Oxygen Species (ROS) akibat radikal bebas yang merusak sel epitel tubulus ginjal. Radikal bebas dapat dihambat oleh zat antioksidan seperti flavonoid, asam elagat, dan asam galat yang terkandung dalam biji Kelengkeng. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh ekstrak biji Kelengkeng sebagai nefroprotektor terhadap kerusakan ginjal mencit yang diinduksi Parasetamol dilihat dari kadar kreatinin darah.
Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan the posttest only controlled group design. Sampel berupa mencit jantan, galur Swiss Webster berumur 2 – 3 bulan, berat badan 20 – 30 g, sehat tanpa cacat fisik dan tanda stres. Sampel sebanyak 28 ekor dibagi  menjadi 4 kelompok, masing-masing terdiri dari 7 ekor mencit. Teknik sampling berupa purposive sampling. Ekstrak biji Kelengkeng diberikan selama 14 hari berturut-turut, sedangkan Parasetamol dosis toksik diberikan pada hari ke-12, 13, dan 14. Kelompok Kontrol (KK) diberi akuades. Kelompok Perlakuan 1 (KP1) diberi akuades dan Parasetamol dosis toksik. Kelompok Perlakuan 2 (KP2) diberi ekstrak dengan dosis 30,89 mg/20 gBB mencit dan Parasetamol dosis toksik. Kelompok Perlakuan 3 (KP3) diberi ekstrak dengan dosis 61,78 mg/20 gBB mencit dan Parasetamol dosis toksik. Hari ke-15, darah mencit diambil melalui plexus vena orbita, lalu diukur kadar kreatinin darahnya menggunakan spektrofotometer. Analisis data dengan uji One-Way ANOVA (a = 0,05), dilanjutkan uji Post Hoc Multiple Comparisons (LSD) (a = 0,05).
Hasil penelitian: Hasil uji One-way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara keempat kelompok perlakuan (p < a). Hasil uji Post Hoc (LSD) menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara KK-KP1, KK-KP3, KP1-KP2, KP1-KP3 (p < a), sedangkan pada kelompok KK-KP2 dan KP2-KP3 tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna (p > a).
Simpulan penelitian: Pemberian ekstrak biji Kelengkeng (Euphoria longan [Lour.]) berpengaruh menurunkan kadar kreatinin darah mencit yang diinduksi Parasetamol berkaitan dengan efek sebagai nefroprotektor.
Kata kunci: Ekstrak biji Kelengkeng, Parasetamol, kadar kreatinin darah,                     nefroprotektor