Abstrak


Pengaruh Pemberian Ekstrak Biji Kelengkeng (Euphoria longan [Lour.] Steud) terhadap Kerusakan Struktur Histologis Ginjal Mencit (Mus Musculus) yang Diinduksi Parasetamol Dosis Toksik


Oleh :
Wahyu Septianingtyas - G.0012227 - Fak. Kedokteran

Latar Belakang. Biji Kelengkeng mengandung flavonoid, etil galat 1-ß- O galloil-p-glukopiranose, metil brevifolin karboksilat, grevifolinan, asam elagat, dan asam galat yang memiliki aktivitas antioksidan untuk melindungi ginjal dari stres oksidatif akibat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak biji Kelengkeng dan peningkatan dosisnya terhadap kerusakan struktur histologis ginjal mencit yang diinduksi parasetamol.
Metode Penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan desain the posttest-only group design. Sampel pada penelitian ini adalah mencit galur Swiss webster jantan dengan berat badan ±20 gram yang berusia 2-3 bulan yang dipilih dengan incidental sampling lalu dibagi secara acak menjadi 4 kelompok yaitu KK, KP1, KP2, dan KP3. KK dan KP1 diberi akuades selama 14 hari. Ekstrak biji Kelengkeng diberikan pada KP2 dan KP3 selama 14 hari dengan dosis masing-masing 30,89 mg/20 gBB mencit dan 61,78 mg/20 gBB mecit. Pada hari ke 12, 13, dan 14 diberikan parasetamol pada KP1, KP2, dan KP3 dengan dosis 5,07 mg/20g BB mencit. Pada hari ke 15, mencit dikorbankan dengan cara neck dislocation lalu dibuat preparat histologi dengan metode Blok Parafin dan pengecatan HE. Kerusakan ginjal dihitung dengan menjumlahkan jumlah inti sel pada sel epitel tubulus proksimal ginjal yang mengalami piknosis, karioreksis, dan kariolisis pada tiap 100 sel pada masing-masing ginjal. Data dianalisis menggunakan uji One-Way  ANOVA (a  = 0,05) dilanjutkan uji Post Hoc (LSD) dengan a = 0,05.
Hasil Penelitian. Jumlah kerusakan sel paling banyak pada KP1 yaitu 57,50 ± 4,128 sel dan paling sedikit pada KK yaitu 27,79 ± 9,885 sel. Jumlah kerusakan sel pada KP2 46,36 ± 6,721 sel adalah dan pada KP3 adalah 35,36 ± 6,368 sel. Hasil uji One-way ANOVA p = 0,000 (p < a)  dan hasil uji Post Hoc (LSD) pada KK-KP1, KK-KP2, KP1-KP2, KP1-KP3, KP2-KP3 nilai p = 0,000 dan pada KK-KP3 nilai p = 0,007 menunjukkan ada perbedaan bermakna antara masing-masing kelompok (p < a).
Simpulan. Pemberian ekstrak biji Kelengkeng (Euphoria longan [Lour.] Steud) dapat mencegah kerusakan struktur histologis ginjal mencit (Mus musculus) yang diinduksi parasetamol. Peningkatan dosis ekstrak biji Kelengkeng (Euphoria longan [Lour.] Steud) dapat meningkatkan efek proteksi terhadap kerusakan struktur histologis ginjal mencit (Mus musculus) yang diinduksi parasetamol.
Kata kunci: biji Kelengkeng, parasetamol, kerusakan histologis sel ginjal, ginjal mencit