Abstrak


Perbedaan Pengaruh Metode Latihan Acceleration Sprint dan Hollow Sprint terhadap Prestasi Sprint 100 Meter Ditinjau dari Rasio Panjang Tungkai : Tinggi Badan (Studi Eksperimen pada Mahasiswa Putera Penjaskesrek JPOK FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014 )


Oleh :
Emanuel Permana Anjar Herlambang - A121208018 - Pascasarjana

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruh antara metode latihan Acceleration Sprint dan Hollow Sprint terhadap peningkatan prestasi sprint 100 meter, (2) Perbedaan peningkatan prestasi sprint 100 meter antara mahasiswa yang memiliki rasio panjang tungkai : tinggi badan besar, sedang, dan kecil, (3) Pengaruh interaksi antara metode latihan dan rasio panjang tungkai : tinggi badan terhadap peningkatan prestasi sprint 100 meter.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 X 3. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa putra Penjaskesrek UNS Surakarta sebanyak 102 orang mahasiswa. Sempel dalam penelitian ini sebanyak 36 orang mahasiswa yang diambil dengan teknik Purposive Random Sampling. Variabel penelitian ini terdiri dari 2 variabel bebas dan 1 variabel terikat. Variabel bebas dalam peneltian ini adalah: (1) metode latihan sebagai variabel manipulatif, yaitu acceleration sprint danhollow sprint, (2) rasio panjang tungkai : tinggi badanbesar, sedang, dan kecil sebagai variabel atributif. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah peningkatan prestasi sprint 100 meter. Teknik pengumpulan data dengan teknik tes dan pengukuran. Eksperimen dilakukan selama 24 kali pertemuan yang dilaksanakan di stadion Sriwedari Surakarta. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Varians (ANAVA) dan uji pasca dengan menggunakan LSD pada taraf signifikansi α = 0,05.
Kesimpulant: 1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan acceleration sprintdan hollow sprint terhadap peningkatan prestasi sprint 100 meter. 2) Ada perbedaan prestasi sprint 100 meteryang signifikan antara mahasiswa yang memiliki rasio panjang tungkai : tinggi badan besar, sedang dan kecil. 3) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara metode latihan acceleration sprintdan hollow sprintdengan rasio panjang tungkai : tinggi badan besar, sedang dan kecil sangat bermakna terhadap prestasi sprint 100 meter. Rerata peningkatan prestasi sprint 100 meter dengan metode latihan acceleration sprint kategori rasio panjang tungkai : tinggi badan besar adalah 0,598 detik, kategori sedang adalah 0,398 detik, kategori kecil adalah 0,287 detik.  Rerata peningkatan prestasi sprint 100 meter dengan metode latihan hollow sprint kategori rasio panjang tungkai : tinggi badan besar adalah 0,470 detik, kategori sedang adalah 0,328 detik, kategori kecil adalah 0,225 detik.Kelompok mahasiswa yang memiliki rasio panjang tungkai dan tinggi badan besar, lebih baik jika diberikan metode latihan acceleration sprint.
Kata kunci:acceleration sprint,hollow sprint, rasio panjang tungkai : tinggi badan dan sprint 100 meter.
ABSTRACT
The goal of this study was to determine: (1) The difference in effect betweenacceleration sprint and hollow sprint training methods toward 100 meters achievement, (2) The difference in achievement sprint 100 meters between students who have a big, medium and small ratio of leg length: height, (3) Effects of the interaction between the training methods and the ratio of leg length: height toward 100 meters sprint achievement.
The method used is an experimental method with factorial design 2 x 3. The population in this study was 102 male students of Penjaskesrek Sebelas Maret University. The samples in this study were 36 students taken with purposive random sampling technique. The variables of this study consisted of two independent variables and one dependent variable. The independent variables in this research are: (1) a method of exercise as a manipulative variable, namely the acceleration sprint and hollowsprint, (2) the ratio of leg length: height (big, medium, and small) as attributive variable. The dependent variable in this study is a 100 meter sprint achievement. Data collection held by test and measurement techniques. Experiments conducted over 24 meetings were held in the stadium Sriwedari Surakarta. The data analysis technique used is the analysis of variance (ANOVA) and post-test using LSD at significance level α = 0.05.
Conclusions: 1) There is a significant difference between acceleration sprint and hollow sprint training methods toward 100 meters achievement. 2) There is a significant difference in 100 meter sprint achievement between students who have a big, medium and small ratio of leg length: height. 3) There is a significant interaction effect between the acceleration sprint and hollow sprint training methods to the big, medium and small ratio of leg length: height very significantly to the achievement of a 100 meters sprint. The mean achievement of 100 meters sprint with acceleration sprint training method of big leg length: height ratio is 0.598 seconds, the medium category is 0.398 seconds, the small category is 0,287 seconds. The mean achievement of 100 meters sprint with hollow sprint training method of big leg length: height ratio is 0.470 seconds, the medium category is 0.328 seconds, the small category is 0,225 seconds. The student group that has a big leg length and height ratio will be better if given the acceleration sprint training method.
Keywords: acceleration sprint, hollow sprint training, the ratio of leg length: height and 100 meters sprint.