Abstrak


Project Based Learning: Promoting Students’ Ability to Develop Organization in Writing Recount Text and Enhancing Students’ Participation (A Classroom Action Research at the Eighth Grade of SMPN 9 Surakarta in the Academic Year of 2014/2015)


Oleh :
An Nisa Nur Fatimah - S891402002 - Pascasarjana

ABSTRACT
The objectives of the research are to describe (1) whether and to what extent PBL can promote the student’s writing ability especially in organizing recount text; (2) whether and to what extent PBL can enhance the student’s participation in teaching and learning process; (3) the difficulties of the implementation of PBL in teaching and learning.
The approach of this research is classroom action research. The data are collected quantitatively (test) and qualitatively (observation, interviews, and questionnaires). Quantitative data are analysed by using descriptive statistics formula, while qualitative data are analysed through constant comparative method which are proposed by Burn (1999) including assembling the data, coding the data, comparing the data, building interpretation and reporting the outcomes.
The research findings show that: (1) the stages of PBL promote the students’ ability in organizing recount text including (a) producing effective introduction by providing elements of orientation; (b) producing elements of event; (c) producing good closing by providing elements of re-orientation in their text; (d) writing longer paragraph; (e) using more various and appropriate conjunction in their writing. The students’ mean score in organization aspect improved from 10.29 in pre-test, 15.46 in test 1 to 17.04 in test 2. While, the mean score of writing also improved from 67.49 in pre-test to 82.7 in post-test. (2) PBL enhances the students’ participation including (a) students brave to answer teacher’s question; (b) more than half of students in the class are active to convey opinion in the presentation and feedback activity; (c) students are more focused to teacher’s explanation; (d) almost of students do the teacher’s instruction immediately; (e) students brave to ask the teacher about the difficult material during writing process. (3) there are several difficulties in the implementation of PBL including (a) the implementation of PBL takes time; (b) the use of laptop in the stage of making outline and gathering information disturbs the students’ attention and focus; (c) the use of facility such as laptop is difficult to be monitored one by one especially about application which is opened by students; (d) the implementation of PBL in the large class makes teacher cannot observe accurately overall of each student’s activity and participation during accomplishing the project because teacher should move from group to group to give guidance and explanation to the students’ questions. Therefore, teacher should ask other teacher to enter in the class and to help in observing the student’s activity and participation during teaching and learning process; (e) teaching and learning through PBL requires group work, however, some students prefer individual work to group work. Therefore, it causes some students are not enthusiastic in joining the lesson.
In conclusion, PBL can promote students’ ability to develop organization in writing recount text and enhance students’ participation in learning process. However, teacher’s preparation, monitor and guidance are also needed so that the teaching and learning activities run effectively and the material can be delivered well.
Keywords: project based learning, writing, organization, participation, classroom action research.
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) apakah dan sejauh apa PBL dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa khususnya dalam mengorganisasi teks; (2) apakah dan sejauh apa PBL dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pengajaran dan pembelajaran; (3) kesulitan dalam pelaksanaan PBL dalam pengajaran dan pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas. Data dikumpulkan secara kuantitatif (tes) dan kualitatif (observasi, diari, wawancara, angket dan foto). Data kuantitatif di analisis menggunakan nilai rata-rata, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan metode Konstan Komparatif yang dikemukakan oleh Burn (1999) meliputi mengumpulkan data, mengelompokkan data, membandingkan data, menginterpretasi data, dan melaporkan hasil.
Penemuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) step-step dalam metode PBL dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengorganisasi teks recount, meliputi: (a) membuat pembukaan teks yang efektif dengan menyebutkan elemen orientation; (b) menuliskan elemen event; (c) membuat penutup teks yang baik dengan menyebutkan element orientation dalam teks; (d) menulis paragraf yang lebih panjang; (e) menggunakan kata penghubung yang tepat dan lebih bervariasi didalam tulisan mereka. Nilai rata-rata kemampuan siswa pada aspek organisasi juga meningkat dari 10.29 pada pre-test, 15.46 pada test 1 dan 17.04 pada test 2. Sedangkan, nilai rata-rata menulis juga meningkat dari 67.49 saat sebelum dilaksanakan penelitian menjadi 82.7 setelah dilaksanakan penelitian. (2) PBL meningkatkan partisipasi siswa meliputi: (a) siswa berani untuk menjawab pertanyaan guru; (b) lebih dari setengah siswa dikelas lebih aktif untuk menyampaikan pendapat pada saat kegiatan presentasi dan feedback; (c) siswa menjadi lebih fokus pada penjelasan guru; (d) hampir keseluruhan siswa cenderung untuk mengerjakan perintah guru dengan segera; (e) siswa lebih berani untuk bertanya pada guru mengenai materi yang sulit selama proses menulis. (3) Terdapat beberapa kesulitan selama penerapan PBL meliputi: (a) penerapan PBL menyita banyak waktu; (b) penggunaan laptop pada step membuat outline dan mengumpulkan informasi mengganggu perhatian dan fokus siswa; (c) penyediaan fasilitas seperti laptop membuat guru sulit mengontol mengenai aplikasi apa saja yang dibuka oleh siswa; (d) penerapan PBL di kelas besar membuat guru tidak bisa mengobservasi secara akurat keseluruhan setiap aktifitas dan partisipasi siswa selama mengerjakan project karena guru harus berpindah-pindah pada tiap kelompok untuk memberikan panduan dan penjelasan atas pertanyaan siswa; (e) pengajaran dan pembelajaran melalui PBL mempersyaratkan kerja kelompok, namun demikian, tidak semua siswa memiliki pengalaman yang cukup dalam kerja berkelompok, jadi hal ini menyebabkan beberapa siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran.
Kesimpulan, PBL dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk mengembangkan organisasi dalam menulis recount text dan meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Namun demikian, tetap dibutuhkan adanya persiapan, monitor dan panduan dari guru agar aktivitas pengajaran dan pembelajaran dapat berjalan efektif dan materi dapat tersampaikan dengan baik.
Kata kunci: pembelajaran berbasis proyek, menulis, organisasi, partisipasi, penelitian tindakan kelas.