Abstrak


Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Three Steps Interview (TSI) dan Tipe Think Pair Share (TPS) pada Materi Fungsi Ditinjau dari Kecerdasan Logis Matematis Siswa Kelas VIII SMP Negeri Se-Kabupaten Klaten Tahun Pelajaran 2015/2016


Oleh :
Heni Septi Rahayu - S851408019 - Pascasarjana

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan: 1) diantara model pembelajaran TSI, model pembelajaran TPS dan model pembelajaran langsung, manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik pada materi fungsi; 2) diantara siswa yang mempunyai kecerdasan logis matematis tinggi, sedang,dan rendah, manakah yang prestasi belajar matematikanya lebih baik pada materi fungsi; 3) pada masing-masing tingkat kecerdasan logis matematis (tinggi, sedang dan rendah), manakah yang prestasi belajar matematikanya lebih baik antara siswa yang diberi pembelajaran dengan model pembelajaran TSI, model pembelajaran TPS atau model pembelajaran langsung; 4) pada masing-masing model pembelajaran (TSI, TPS dan langsung), manakah yang prestasi belajar matematikanya lebih baik antara siswa yang mempunyai kecerdasan logis matematis tinggi, sedang atau rendah.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3x3. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri Se-Kabupaten Klaten tahun pelajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified cluster random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi belajar matematika dan tes kecerdasan logis matematis. Sebelum digunakan untuk pengumpulan data, instrumen tes prestasi dan tes kecerdasan logis matematis telah diuji cobakan terlebih dahulu. Penilaian validitas isi dilakukan oleh validator. Uji reliabilitas instrumen tes prestasi dan kecerdasan logis matematis menggunakan rumus KR-20 dan daya pembeda menggunakan rumus korelasi momen produk dari Karl Pearson. Uji keseimbangan menggunakan uji ANAVA satu jalan. Uji prasyarat meliputi uji normalitas menggunakan metode uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Barttlet. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji ANAVA dua jalan dengan sel tak sama.   
Berdasarkan uji hipotesis diperoleh kesimpulan sebagai berikut. 1) Prestasi belajar matematika siswa yang mendapatkan model pembelajaran TSI lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mendapatkan model pembelajaran TPS dan langsung pada materi fungsi, prestasi belajar matematika pada siswa yang mendapatkan model pembelajaran TPS lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mendapatkan model pembelajaran langsung pada materi fungsi. 2) Prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kecerdasan logis matematis tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kecerdasan logis matematis sedang dan rendah pada materi fungsi, dan prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kecerdasan logis matematis sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kecerdasan logis matematis rendah pada materi fungsi. 3) Pada siswa yang mempunyai kecerdasan logis matematis tinggi, siswa yang mendapatkan model pembelajaran TSI, TPS, dan langsung mempunyai prestasi belajar matematika yang sama pada materi fungsi; pada siswa yang mempunyai kecerdasan logis matematis sedang, siswa yang mendapatkan model pembelajaran TSI mempunyai prestasi belajar matematika yang sama dengan siswa yang mendapatkan model pembelajaran TPS, siswa yang mendapatkan model pembelajaran TSI dan TPS mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa yang mendapatkan model pembelajaran langsung pada materi fungsi; pada siswa yang mempunyai kecerdasan logis matematis rendah yang mendapatkan model pembelajaran TSI mempunyai prestasi belajar matematika yang sama dengan siswa yang mendapatkan model pembelajaran TPS pada materi fungsi, siswa yang mendapatkan model pembelajaran TSI dan TPS lebih baik daripada siswa yang mendapatkan model pembelajaran langsung pada materi fungsi. 4) Pada model pembelajaran TSI, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kecerdasan logis matematis tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kecerdasan logis matematis sedang, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kecerdasan logis matematis tinggi dan sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kecerdasan logis matematis rendah pada materi fungsi; pada model pembelajaran TPS, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kecerdasan logis matematis tinggi sama dengan prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kecerdasan logis matematis sedang, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kecerdasan logis matematis tinggi dan sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kecerdasan logis matematis rendah pada materi fungsi; pada model pembelajaran langsung, siswa yang mempunyai kecerdasan logis matematis tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kecerdasan logis matematis sedang, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kecerdasan logis matematis tinggi dan sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kecerdasan logis matematis rendah pada materi fungsi.
Kata Kunci: Three Steps Interview (TSI), Think Pair Share (TPS), Model Pembelajaran Langsung, Kecerdasan Logis Matematis.
ABSTRACT
The purposes of this study were to determine: 1) among TSI, TPS, and direct learning models which one is that resulted in better students’ mathematics learning achievement on function; 2) among the students with high, average, and low logical mathematical intelligence who had better mathematics learning achievement on function; 3) for each logical mathematical intelligence category, among  TSI, TPS, and direct learning models which one that could make the students get better mathematics achievement; 4) for each learning model, among high, average, and low  students category which one that resulted in better mathematics achievement.
This was a quasi experimental research with 3x3 factorial design. The population of this research consisted of all the students in eighth grade of Junior High Schools in Klaten Regency during the academic year of 2015/ 2016. The sampling was conducted by stratified cluster random sampling technique. The instruments used to collect the data were the students’ mathematics test result and logical mathematical intelligence test. Before being used to collect the data, the test were tried-out. Validity test was conducted by the validator. Instrument reliability of mathematics test result and logical mathematical intelligence test were conducted using KR-20 formula and discrimination power by using product moment correlation by Karl Pearson. Balance test was conducted using one-way ANAVA test. Prerequisite test consisted of normality test by using Lilliefors testing method and homogeneity test by using Barttlet method. Data analyzing technique used were two-ways ANAVA test with unbalanced cell.  
Based on the hypothesis test, it was concluded as follows. 1) The mathematics learning achievement of the students who were treated by TSI learning model was better than the mathematics learning achievement of the students who were treated by TPS and direct learning method on function, the mathematics learning achievement of the students who were treated by TPS learning model was better than the mathematics learning achievement of the students who were treated by direct learning method on function. 2) The mathematics learning achievement of the students with high logical mathematics was better than the mathematics learning achievement of the students with average and low logical mathematics and the learning achievement of students with average logical mathematics   was better than the learning achievement of students with low logical mathematics on function. 3) The students with high logical mathematics who were treated by TSI, TPS, and direct learning models had the same mathematics learning achievement; the mathematics achievement of students with average logical mathematics who were treated by TSI learning model was same as the mathematic learning achievement of the students who were treated by TPS learning model and was better than the one of the students who were treated by direct learning model, while the mathematics learning achievement of the students who were treated by TPS learning model was better than the achievement of the students who were treated by direct learning model; the students with low logical mathematic who were treated by TSI was same as the mathematic learning achievement of the students who were treated by TPS learning model and was better than the one of the students who were treated by direct learning model. 4) In TSI learning model, the mathematics learning achievement of students with high logical mathematic was better than the mathematics learning achievement of students with both average and low logical mathematics and the learning achievement for mathematics of students with average logical mathematic was better than students with low logical mathematics; in TPS learning model, the students achievement for mathematics of those with high logical mathematics was same as the achievement of  students with average logical mathematics and was better than the students with low logical mathematic; in direct learning model, the learning achievement for mathematics of students with high logical mathematics was better than the students with average and low logical mathematic s and the learning achievement for mathematic of the students with average logical mathematic was same as the students with low logical mathematic.
Keywords: Three Steps Interview (TSI), Think Pair Share (TPS), Direct Learning Model, Logical Mathematic Intelligence.