;

Abstrak


Penggunaan pendekatan konflik kognitif untuk mengatasi miskonsepsi pembelajaran termokimia (studi kasus pada siswa kelas xi ia di sma taruna nusantara magelang tahun pelajaran 2008/2009


Oleh :
IDA AYU NYOMAN DEWI SANTINI - - Pascasarjana

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mengidentifikasi profil miskonsepsi pada materi pokok termokimia dan meneliti penggunaan pendekatan konflik kognitif dengan menggunakan metode pembelajaran demonstrasi data, diskusi dan eksperimen untuk mengatasi miskonsepsi siswa pada konsep-konsep materi pokok termokimia. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI IA yang memiliki nilai raport kimia 75 keatas pada semester 1 tahun pelajaran 2008/2009 yaitu sebanyak 90 orang. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualiatif dalam bentuk studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes diagnostik miskonsepsi bentuk pilihan ganda dengan beralasan yang diberikan sebelum remediasi dan sesudah remediasi, wawancara, dan analisis dokumen. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis diskriptif tanpa statistik dengan jalan menganalisa per item soal untuk diambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (a) miskonsepsi yang terjadi pada siswa terdapat dalam konsep reaksi eksoterm, konsep reaksi endoterm, konsep penulisan tanda perubahan entalpi pada persamaan termokimia untuk reaksi eksoterm dan reaksi endoterm, konsep sifat reaksi pembentukan dan penguraian senyawa dan konsep penggunaan rumus penentuan besarnya perubahan entalpi menggunakan data entalpi pembentukan standar. (b) Frekuensi siswa yang mengalami miskonsepsi telah mengalami penurunan setelah diberikan pendekatan konflik kognitif dengan menggunakan metode pembelajaran eksperimen dan demonstrasi data-diskusi. Penelitian ini juga mengimplikasikan untuk mengurangi terjadinya miskonsepsi pada materi pokok termokimia maka perlu digunakan metode pembelajaran yang lebih banyak menghadirkan fakta kedalam kelas, penggunaan belajar dengan cara hafalan sebaiknya ditinggalkan, siswa perlu diberikan pengalaman bagaimana proses penemuan konsep, hukum dan teori dan beberapa model soal yang dapat mengungkap penguasaan konsep, serta ketrampilan proses merupakan komponen yang harus ada didalam soal-soal ulangan umum bersama, ujian akhir nasional dan ujian masuk perguruan tinggi, karena akan memberikan motivasi kepada siswa untuk meninggalkan cara belajar yang cenderung bersifat hafalan.