Abstrak


Model persediaan terintegrasi pemasok-pengecer dan kebijakan penetapan harga barang yang berpengaruh terhadap permintaan


Oleh :
Shidiq Tegar Irsanianto - M.0111075 - Fak. MIPA

Manajemen persediaan yang baik dapat dipenuhi dengan adanya integrasi
pemasok-pengecer. Model persediaan terintegrasi digunakan untuk memaksimumkan
keuntungan pada sistem persediaan pemasok-pengecer, sebaliknya model
persediaan terpisah digunakan untuk memaksimumkan keuntungan masingmasing.
Terdapat dua kebijakan penetapan harga barang pada model terpisah
yaitu Stackelberg dan retail fixed mark-up (RFM). Kebijakan Stackelberg adalah
pemasok menetapkan harga barang terlebih dahulu dan pengecer mengikuti penetapan
harga dari pemasok. Sementara itu, kebijakan RFM menjelaskan bahwa
pemasok dan pengecer melakukan negosiasi sebelum menetapkan harga barang
dan disepakati nilai mark-up ( ). Nilai merupakan keuntungan pengecer dari
penjualan barang kepada konsumen (persen).
Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model persediaan terintegrasi
pemasok-pengecer, menentukan penyelesaian optimal dari banyaknya pemesanan,
harga grosir, dan harga eceran untuk model terintegrasi dan terpisah, serta
penerapannya.
Hasil penelitian ini adalah model persediaan terintegrasi pemasok-pengecer
dan penyelesaian optimalnya. Hasil penerapannya diperoleh kebijakan RFM dengan
? [0.74 ,0.80] yang merupakan strategi pareto efficient.
Kata Kunci : model persediaan terintegrasi, kebijakan penetapan harga barang,
permintaan bergantung harga barang (price dependent demand).