Abstrak


Peranan Kepemimpinan Situasional dalam Meningkatkan Loyalitas Kerja Pegawai di Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Surakarta Tahun 2006


Oleh :
Retno Andamsari Kurniasih - K7402129 - Fak. KIP

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui peranan kepemimpinan situasional dalam meningkatkan loyalitas kerja pegawai di Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Surakarta tahun 2006; (2) Mengetahui usaha apa saja yang dilakukan pimpinan untuk meningkatkan loyalitas kerja pegawai di Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Surakarta tahun 2006; (3) Mengetahui hambatan apa saja yang dihadapi pimpinan dalam meningkatkan loyalitas kerja pegawai Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Surakarta tahun 2006; (4) Mengetahui pemecahan masalah dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Sejalan dengan tujuan tersebut, maka penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan metode penelitian deskriptif, menggunakan strategi penelitian tunggal terpancang. Populasi penelitian adalah pimpinan dan pegawai di Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Surakarta tahun 2006. Sampel yang digunakan adalah menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan analisis dokumentasi. Untuk keabsahan data, teknik yang digunakan adalah trianggulasi data atau sumber dan trianggulasi metode. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif mengalir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) peranan kepemimpinan situasional dalam meningkatkan loyalitas kerja pegawai adalah sebagai berikut : a) Penyelaras (Aknisif). Dengan pola kepemimpinan situasional yang memahami tingkat kematangan bawahan maka segenap unsur yang terlibat didalamnya baik pimpinan maupun pegawai dapat bekerja dan bekerjasama dengan baik, sebagai upaya penciptaan aparatur pemerintahan yang berkompeten dalam menciptakan Good Governance dan pelayanan publik. Dengan demikian struktur, sistem dan proses operasional organisasi memberikan dukungan pada pencapaian visi dan misi organisasi. b) Pemberdaya (Empowering). Menggerakkan semangat/memotivasi para bawahannya agar dapat mengungkapkan bakat/ketrampilan, kecerdikan, dan kreativitas laten untuk mampu menciptakan mengerjakan apapun dan konsisten dengan prinsip-prinsip yang disepakati sesuai dengan tingkat kematangan bawahan yang berbeda-beda, sehingga loyalitas kerja bawahan akan meningkat. (2) Usaha-usaha pimpinan dalam meningkatkan loyalitas kerja pegawai : a) Menciptakan iklim kerja yang menyenangkan, diantaranya adanya rasa kebersamaan, kenyamanan bekerja, kekompakan dan persaudaraan yang erat, b) Merealisasikan program-program kebijaksanaan. (3) Hambatan-hambatan pimpinan dalam meningkatkan loyalitas kerja pegawai : a) Kepuasan kerja pegawai, b) Pola pikir pegawai dengan prinsip-prinsip yang kaku, c) Kurang terbuka (transparan). (4) Pemecahan Masalah dalam mengatasi hambatan-hambatan dalam meningkatkan loyalitas kerja pegawai : a) Meningkatkan kesejahteraan pegawai, b) Memonitor bawahan, c) Membangun komunikasi interaktif.