Abstrak


Efek diuresis ekstrak etanol daun belimbing wuluh (averrhoa bilimbi l.) Pada tikus putih (rattus norvegicus) model hipertensi


Oleh :
Slamet Riyadi - G 0012213 - Fak. Kedokteran

Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan post test only control group design. Subjek penelitian berupa 30 ekor tikus putih jantan, galur Wistar berumur 2-3 bulan dengan berat badan 100-200 gram. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek dibagi dalam 5 kelompok secara random, masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor tikus putih. Sebelum perlakuan, tikus putih diadaptasikan selama 7 hari kemudian diberi induksi Larutan NaCl 8 % sebanyak 3 ml per hari selama 14 hari. Selanjutnya tikus putih dipuasakan selama 18 jam sebelum perlakuan, tetapi tetap memberikan induksi hipertensi dan air minum. Kelompok I (kontrol negatif) diberi aquadest 2,5 ml dan kelompok II (kontrol positif) diberi hidroklorotiazid 0,225 mg/100 g BB. Kelompok III diberi ekstrak etanol daun belimbing wuluh dosis I (57,5 mg/100 g BB), kelompok IV diberi ekstrak dosis II (115 mg/100 g BB), dan kelompok V diberi ekstrak etanol daun belimbing wuluh dosis III (172,5 mg/100 g BB). Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum perlakuan pasca induksi dan setelah perlakuan sesuai dengan kelompok dosis, sedangkan volume urin dilakukan setiap 6 jam selama 24 jam setelah perlakuan