Abstrak


Nutrien Tercerna Ransum Puyuh Petelur (Coturnix coturnix japonica) Fase Produksi dengan Suplementasi Donor Metil


Oleh :
Shinta Kusharini - H.0512109 - Fak. Pertanian

Efisiensi nutrien khususnya protein dalam ransum diperlukan agar dapat mengoptimalkan absorpsi nutrien. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk efisiensi protein adalah dengan suplementasi menggunakan bahan aditif pakan yang berperan dalam metabolisme protein, diantaranya adalah aditif pakan sebagai donor metil. Aditif pakan sebagai donor metil yang potensial untuk digunakan dalam pakan ternak antara lain metionin dan betain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi donor metil (metionin dan betain) dalam ransum terhadap nutrien tercerna puyuh petelur fase produksi.

Penelitian dilaksanakan di kandang percobaan Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta yang berlokasi di Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Materi yang digunakan yaitu puyuh petelur (Coturnix coturnix japonica) umur 21 hari sebanyak 375 ekor dengan rata-rata bobot badan awal 43,21±2,68 g yang didistribusikan dalam 25 unit kandang dan tersusun atas 5 tingkat. Penelitian ini menggunakan desain rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali yang terdiri dari 15 ekor setiap satuan percobaan. Ransum basal disusun dari bahan pakan antara lain jagung kuning, bekatul, bungkil kedelai, minyak kelapa, tepung ikan, l-lisin HCl, dl-metionin, dikalsium fosfat, limestone, premiks dan NaCl. Perlakuan yang diberikan berupa ransum dengan level protein kasar 18%, masing-masing diberikan tanpa suplementasi (kontrol), disuplementasi metionin 0,06 dan 0,12% serta disuplementasi betain 0,06 dan 0,12%. Nilai nutrien tercerna diperoleh dari perkalian antara konsumsi nutrien dengan nilai kecernaan nutrien. Pengukuran kecernaan nutrien dilakukan menggunakan 50 ekor puyuh 15 minggu, terdiri dari dua ekor tiap ulangan. Pengukuran kecernaan nutrien dengan metode total koleksi 

dilakukan selama lima hari. Data dianalisis menggunakan analisis variansi untuk mengetahui pengaruh dan dilanjutkan uji kontras ortogonal.

Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa suplementasi donor metil yang terdiri dari metionin dan betain dalam ransum tidak berpengaruh terhadap protein kasar tercerna, lemak kasar tercerna, serat kasar tercerna dan bahan kering tercerna. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa suplementasi donor metil dalam ransum yang mengandung cukup nutrien tidak meningkatkan nutrien tercerna.

Kata kunci : puyuh, protein, betain, nutrien tercerna