Abstrak


Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Fisik di Surakarta Dengan Pendekatan Desain Lingkungan Inklusif


Oleh :
Nurul Fajar Riskiani - I0212062 - Fak. Teknik

ASBSTRAK
Seluruh warga Indonesia memiliki kedudukan, hak, kewajiban, peran serta kesempatan yang sama untuk mewujudkan kesejahteraan sosialnya, tidak terkecuali penyandang disabilitas. Kota Surakarta, sebagai salah satu “Kota Ramah Difabel” yang memiliki jumlah penyandang disabilitas fisik cukup tinggi, telah memiliki peran besar untuk mewujudkan kesejahteraan sosial penyandang disabilitas fisik di antaranya memiliki regulasi khusus, banyaknya fasilitas dan komunitas. Untuk merespon potesi tersebut, diperlukan sebuah wadah pengembangan dan pemberdayaan penyandang disabilitas sebagai wadah yang dapat mendukung penyandang disabilitas untuk belajar, berlatih, serta beraktivitas secara mandiri. Penyandang disabilitas fisik memiliki karakteristik yang bermacam-macam yang dapat menjadi kekurangan maupun kelebihannya, agar dapat memanfaatkannya dengan maksimal, dibutuhkan pendekatan desain yang berorientasi pada pengguna, yaitu desain lingkungan inklusif. Fasilitas ini akan didesain secara inklusif ditinjau dari lingkungan secara sosial dan fisiknya. Acuannya adalah, hasil analisis karakteristik penyandang disabilitas berupa kriteria desain. Kesimpulan lingkungan yang inklusif secara sosial adalah dengan mengadakan kegiatan-kegiatan secara terbuka untuk memberikan penyandang disabilitas kesempatan untuk berinteraksi. Lingkungan yang inklusif secara fisik adalah bangunan yang (a) memiliki pembagian zona kegiatan dan bentuk yang jelas, berurutan dan memiliki karakter, (b) memiliki sistem informasi yang universal, serta (c) menerapkan standar ukuran dan jangkauan ruang. 

Kata Kunci: Desain Inklusif, Desain Lingkungan Inklusif, Pemberdayaan Penyandang Disabilitas, Pengembangan Penyandang Disabilitas