Abstrak


Uji cemaran kapang, khamir dan bakteri staphylococcus aureus pada simplisia jamu kunyit di pasar gede Surakarta


Oleh :
Desi Purnaning Putri - M.3513017 - Fak. MIPA

Jamu merupakan obat tradisional yang banyak dikonsumsi masyarakat. 

Bahan baku jamu yaitu simplisia yang sebagian besar belum mengalami 

standardisasi dan belum pernah diteliti, bentuk sediaan masih 

sederhana berwujud serbuk seduhan, rajangan untuk seduhan, dan 

sebagainya. Proses pembuatan jamu yang masih sangat sederhana dapat 

menyebabkan jamu tercemar oleh mikroorganisme. Penelitian ini 

bertujuan untuk mengetahui cemaran bakteri Staphylococcus aureus dan 

jumlah kapang/khamir pada lima pedagang simplisia jamu kunyit di 

Pasar Gede Surakarta. 
Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan 

rancangan penelitian deskriptif. Sampel simplisia jamu kunyit 

diambil dari lima pedagang jamu di Pasar Gede Surakarta dengan 

teknik pengambilan sampel secara acak. Sampel yang telah diambil 

lalu dibawa ke laboratorium untuk diuji cemaran mikroba. Metode dan 

analisa hasil mengacu pada Departemen Kesehatan tahun 1992. 
Hasil pengujian didapatkan bahwa kelima sampel simplisia jamu kunyit 

tidak terkontaminasi bakteri Staphylococcus aureus dan angka kapang 

khamir sesuai dengan batas yang ditentukan olah BPOM Nomor 12 tahun 

2014 yaitu tidak melebihi 104koloni/g. Angka Kapang Khamir pada 

pedagang A sebesar 100 koloni/g, pada pedagang B sebesar 25 

koloni/g, pada pedagang C dan D sebesar 0 koloni/g, dan pada 

pedagang E sebesar 5 koloni/g. 
Kata Kunci: jamu, angka kapang khamir, cemaran bakteri 

Staphylococcus aureus