Abstrak


Novel trilogi jendela-jendela,pintu,dan atap karya Fira Basuki sebuah analisis struktural


Oleh :
Retna Tunjung Sari - C0200044 - Fak. Sastra dan Seni Rupa

ABSTRAK Penelitian ini membahas aktualisasi unsur struktural trilogi novel Jendela-jendela, Pintu, dan Atap karya Fira Basuki dalam membentuk totalitas yang utuh. Perumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana aktualisasi unsur-unsur struktural yang meliputi penokohan, alur, latar, sudut pandang, gaya bahasa, tema, dan amanat trilogi novel Jendela-jendela, Pintu, dan Atap karya Fira Basuki dalam membentuk totalitas yang utuh? Penelitian ini bertujuan mengaktualisasikan unsur struktural novel trilogi Jendela-jendela, Pintu, dan Atap karya Fira Basuki dalam membentuk totalitas yang utuh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan struktural. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Jendela-jendela, Pintu, dan Atap yang diterbitkan oleh PT. Grasindo Jakarta, 2001 dan 2002. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Analisis struktur trilogi novel Jendela-jendela, Pintu, dan Atap karya Fira Basuki meliputi penokohan, alur, latar, sudut pandang, serta gaya bahasa. Penokohan dalam novel disebutkan tokoh-tokoh yang menonjol ditinjau dari tiga dimensi yaitu dimensi fisiologis, sosiologis, psikologis. Alur yang digunakan adalah alur lurus (progresif) yaitu jika peristiwa-peristiwa yang dikisahkan bersifat kronologis, peristiwa(-peristiwa) yang pertama diikuti oleh (atau : menyebabkan terjadinya peristiwa-peristiwa yang kemudian. Latar ditampilkan meliputi latar tempat, waktu, dan sosial. Latar tempat pada ketiga novel ini sama yaitu di wilayah perkotaan. Latar waktu dalam ketiga novel ini disebutkan dalam masa modern. Latar sosialnya disebutkan keadaan yang digambarkan dalam ketiga novel. Sudut pandang yang digunakan dengan sudut pandang tokoh akuan. Melalui tokoh akuan inilah pengarang mengungkapkan pikiran dan gagasannya. Gaya bahasa yang digunakan ialah personifikasi, hiperbola, koreksio, antitesis, elipsis, sinekdoke, retisensia. Tema mayor dalam novel Jendela-jendela adalah ketidakadilan dalam berumah tangga. Tema minornya adalah perselingkuhan yang terjadi dalam rumah tangga tokoh utama. Amanat yang terkandung di dalamnya yaitu di dalam kehidupan berumah tangga janganlah mementingkan ego masing-masing, keterbukaan satu sama lain dan komunikasi harus selalu ada, sebab rumah tangga dibangun oleh mereka berdua. Tema mayor dalam novel Pintu adalah proses dalam mencari jati diri. Tema minornya adalah pengelanaan spiritual tokoh utama dalam mencari jati diri. Sedangkan amanat yang terkandung dalam novel Pintu disampaikan dalam menyelesaikan permasalahan kita tidak boleh gegabah, meskipun kita memiliki kekuatan lebih. Kita tidak boleh sewenang-wenang menggunakannya justru itu sebagai pengontrol diri kita. Tema mayor yang terdapat dalam novel Atap yaitu poligami dalam rumah tangga. Tema minornya adalah kontroversi yang terjadi dalam rumah tangga yang suaminya berpoligami. Sedangkan amanat yang terkandung dalam novel Atap disampaikan segala peristiwa baik jelek ataupun bagis, manis, atau pahit. Hendaklah jangan dilupakan, tetapi dikenang sebagai tolak ukur sebagai langkah kita selanjutnya lebih baik.