Abstrak


Pengaruh Suplementasi Minyak Ikan Lemuru dan L-Karnitin Dalam Ransum Terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Itik Lokal Jantan (Anas plathyrynchos)


Oleh :
Muhammad Waqshit - H.0512083 - Fak. Pertanian

Itik lokal merupakan komoditas ternak unggas penghasil telur dan daging yang sangat potensial untuk dikembangkan. Salah satu faktor keberhasilan usaha ternak itik sangat ditentukan oleh pakan. Itik akan berhenti mengkonsumsi pakan apabila energi yang dibutuhkan sudah tercukupi. Energi dalam pakan memiliki peranan penting untuk hidup pokok serta produksi telur dan daging. Minyak ikan lemuru memiliki kandungan energi yang tinggi sehingga dapat menyuplai kebutuhan energi didalam pakan. L-karnitin memiliki fungsi katabolisme lemak menjadi energi metabolik, sehingga sangat dibutuhkan dalam pakan yang mengandung lemak. Kandungan energi yang tinggi diharapkan mampu meningkatkan performa dan meningkatkan fungsi asam lemak tersebut untuk kebutuhan metabolisme dalam tubuh ternak. Senyawa yang dapat membantu metabolisme asam lemak tersebut adalah L-karnitin. L-karnitin dapat mengkatabolisme asam lemak rantai panjang yang terdapat di dalam minyak ikan lemuru sehingga pemanfaatan energi pada minyak ikan lemuru menjadi lebih optimal. L-karnitin dapat mempercepat pemrosesan lemak menjadi energi pada minyak ikan lemuru agar dapat segera dimanfaatkan ternak untuk hidup pokok maupun produksi telur dan daging. Kualitas pakan juga meningkat dengan peningkatan energi dalam pakan terutama pada pakan unggas. Peningkatan kualitas pakan ini akan menambah kecernaan pakan itu sendiri karena nutrisi yang ada di dalam pakan yang tinggi dapat diserap dengan optimal oleh ternak. 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi minyak ikan lemuru dan L-karnitin terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik padaitik lokal jantan. Penelitian dilaksanakan selama 10 minggu (8 September sampai 2 November 2015) yang bertempat di Desa Gledeg, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Materi yang digunakan yaitu itik lokal jantan berjumlah 96 ekor. Pengambilan data kecernaan bahan kering dan bahan organik menggunakan itik sebanyak 24 ekor yang diambil secara acak.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 8 kali ulangan yang masing-masing ulangan diambil 1 ekor itik lokal jantan. Perlakuan terdiri dari ransum kontrol (P0) = Ransum basal, (P1) = Ransum basal + minyak ikan lemuru 4%, (P2) = Ransum basal + minyak ikan lemuru 4% dan L-karnitin 30 ppm. Peubah yang diamati yaitu konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji lanjut Contras Orthogonal antara ransum kontrol dibandingkan ransum yang ditambahkan minyak ikan lemuru menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap konsumsi bahan kering dan bahan organik serta  kecernaan bahan kering dan bahan organik. Uji lanjut Contras Orthogonal antara ransum yang ditambahkan minyak ikan lemuru dibandingkan ransum yang ditambahkan L-karnitin menunjukkan pengaruh yang tidak nyata. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa suplementasi minyak ikan lemuru 4% dalam ransum dapat menurunkan konsumsi bahan kering dan bahan organik serta dapat meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik, namun L-karnitin tidak dapat meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik.

Kata kunci: Itik Lokal Jantan, Bahan Kering, Bahan Organik, Kecernaan, L-karnitin, Minyak Ikan Lemuru