Abstrak


HUBUNGAN KADAR KARBON MONOKSIDA (CO) DALAM DARAH DENGAN KAPASITAS VITAL PARU PEDAGANG KULINER DI DEPAN PGS SURAKARTA


Oleh :
Ayu Nindya Atiekasari - R0212008 - Fak. Kedokteran

Ayu Nindya Atiekasari, R0212008, 2016. Hubungan Kadar Karbon Monoksida
(CO) dalam Darah dengan Kapasitas Vital Paru Pedagang Kuliner di Depan PGS
Surakarta, Diploma 4 Keselamatan  dan Kesehatan Kerja Fakultas Kedokteran,
Universitas Sebelas Maret, Surakarta. 


Latar Belakang : Gas CO merupakan gas yang tidak berbau, tidak berwarna,
namun berbahaya yang berasal dari hasil pembakaran yang tidak sempurna,
umumnya berasal dari gas buang kendaraan bermotor. Gas yang biasa disebut
dengan silent killer ini apabila berikatan dengan darah menjadi
Karbosihemoglobin (COHb), dapat menyebabkan terjadinya hipoksia yang
berakibat menurunkan kapasitas vital paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan kadar CO dalam darah dengan kapasitas vital paru
pedagang kuliner di depan PGS Surakarta. 
 
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Observasional Analitik dengan
pendekatan Cross Sectional, dengan sampel penelitian 38 pedagang kuliner
wanita. Teknik Sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling.
Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur kadar COHb dalam darah
menggunakan Spektrofotometer dan mengukur kapasitas vital paru dengan
Spirometer. Analisis yang digunakan adalah uji statistic non-parametrik Spearman
untuk menguji hubungan antara kadar CO dalam darah dengan kapasitas vital
paru.
 
Hasil : Hasil uji statistic mengenai hubungan kadar COHb dengan kapasitas vital
paru menunjukkan nilai R = 0,489 dan nilai signifikan yaitu p = 0,002. 
 
Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar karbon monoksida
(CO) dalam darah dengan kapasitas vital paru pedagang kuliner di depan PGS
Surakarta.