Abstrak


Hubungan Antara Regulasi Diri dan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kepatuhan Menjalankan Diet Pada Penderita Diabetes Mellitus di Persadia Surakarta


Oleh :
Citra Prabaningrum - G.0109018 - Fak. Kedokteran

Mematuhi serangkaian tindakan pengobatan pada penderita diabetes mellitus merupakan tantangan besar. Perilaku tidak patuh dapat meningkatkan risiko yang terkait dengan masalah kesehatan dan semakin memperburuk penyakit yang diderita. Regulasi diri penyakit diabetes merupakan proses yang kompleks yang merupakan tanggung jawab pasien. Regulasi diri pada penderita diabetes terdiri dari pengobatan, diet, olahraga, dan pemantauan kadar glukosa dalam darah. Dukungan sosial keluarga dapat membantu para penderita diabetes mellitus untuk menghadapi penyakitnya. Manfaat dari dukungan yang diberikan oleh keluarga adalah untuk meminimalkan atau mengurangi ketidakpatuhan pendeita terhadap saran-saran yang diberikan oleh dokter.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Hubungan antara regulasi diri dan dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan menjalankan diet, (2) Hubungan antara regulasi diri dengan kepatuhan menjalankan diet, (3) Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan menjalankan diet.
Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus anggota Persadia Surakarta. Responden penelitian berjumlah 36 orang yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa skala kepatuhan menjalankan diet, skala regulasi diri dan skala dukungan sosial keluarga. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis pertama adalah analisis regresi berganda, sementara uji hipotesis kedua dan ketiga menggunakan analisis korelasi parsial.
Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai p = 0,001 (p<0,05) dan Fhitung = 8,519 > Ftabel = 3,26. Hasil tersebut menunjukkan bahwa, ada hubungan yang signifikan antara regulasi diri dan dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan menjalankan diet. Hasil analisis korelasi parsial menunjukkan bahwa ada hubungan antara regulasi diri dengan kepatuhan menjalankan diet dengan koefisien korelasi parsial sebesar 0,468, dan p = 0,029 (p<0,05), serta ada hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan menjalankan diet dengan koefisien korelasi parsial sebesar 0,332, dan p = 0,042 (p<0,05). Nilai R2 sebesar 0,350, artinya regulasi diri dan dukungan sosial keluarga secara bersama-sama memberi sumbangan efektif sebesar 35%
Kata kunci: regulasi diri, dukungan sosial keluarga, kepatuhan menjalankan diet