Abstrak


Evaluasi Sistem Perkandangan dan Manajemen Pemerahan Sapi Peranakan Friesian Holstein Terhadap Tingkat Kejadian Mastitis di Kelompok Tani Ternak Subur Makmur


Oleh :
Setyo Adi Nugroho - H.0512107 - Fak. Pertanian

Peternakan sapi perah yang ada di Indonesia sebagian besar adalah peternakan rakyat. Kelompok Tani Ternak Subur Makmur merupakan salah satu KTT yang ada di daerah Boyolali. Sistem perkandangan dan manajemen pemerahan pada KTT Subur Makmur yang terbilang buruk menimbulkan permasalahan yang menghambat upaya dari peternak untuk meningkatkan produksi dan kualitas susu yang dihasilkan dari ternak perah yang ada. Salah satu permasalahan yang timbul berasal dari aspek kesehatan ternak. Mastitis menjadi penyakit yang paling sering menyerang dalam peternakan sapi perah. Penyakit radang ambing ini sebagian besar disebabkan oleh kalangan bakteri seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus agalactiae, Streptococcus dysgalactiae, Streptococcus uberi, namun tidak jarang bakteri Streptococcus zooepidermicus, Escherichia coli, Enterobacter aerogenes dan Pseudomonas aeruginosa serta pada kasus mastitis mikotik disebabkan oleh jenis cendawan patogenik Mycoplasma sp., Cryptococcus sp., Candida sp., Geotrichum sp. dan Nocardia sp. Penyakit mastitis ini sendiri dibagi menjadi 2 kondisi yaitu mastitis klinis dan subklinis dimana untuk mastitis klinis dapat diamati melalui penampakan fisik baik pada ambing maupun susunya, sedangkan mastitis subklinis dapat diketahui berdasarkan penurunan produksi susu dan dengan bantuan alat deteksi penyakit mastitis.

 Kurangnya pemahaman peternak rakyat mengenai penyakit mastitis membuat penyakit radang ambing ini sulit untuk tangani. Maka perlu dilakukan penelitian mengenai sistem perkandangan dan manajemen pemerahan yang ada 

pada peternakan rakyat agar diperoleh suatu informasi yang dapat digunakan untuk menangani penyakit mastitis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sistem perkandangan dan manajemen pemerahan pada peternakan sapi perah rakyat dalam meningkatkan kejadian mastitis. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Tani Ternak Subur Makmur, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Penelitian dilaksanakan pada November 2015 sampai Maret 2016. Materi yang digunakan berupa 15 ekor sapi perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) penderita mastitis dan 42 ekor sapi perah PFH tidak penderita mastitis. Peubah penelitian ini meliputi tingkat kebersihan kandang, bentuk kandang, kemiringan lantai kandang, tingkat kesempurnaan pemerahan, umur ternak, kepadatan kandang dan jarak kandang dengan tempat pembuangan limbah. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei lapangan, dimana penentuan lokasi dan objek penelitian menggunakan metode purposive sampling yang selanjutnya data akan dianalisis secara deskriptif dengan bantuan diagram lingkaran untuk membandingkan data yang diperoleh antara sapi penderita mastitis dan tidak penderita mastitis.

Berdasarkan hasil analisis deskriptif diketahui bahwa sistem perkandangan dalam Kelompok Tani Ternak Subur Makmur memiliki tingkat kebersihan lantai kandang yang buruk, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya kotoran dan sisa pakan pada lantai kandang, bentuk kandang yang buruk dengan kurangnya ventilasi untuk pertukaran udara dan masuknya cahaya, lantai yang kurang miring memungkinkan air untuk membersihkan kandang banyak yang tertinggal pada lantai, umur ternak yang semakin bertambah menjadi semakin beresiko untuk terserang penyakit mastitis, kandang yang sempit karena terlalu padat membuat ternak sulit bergerak dan mudah bertabrakan yang selanjutnya dapat mengakibatkan mastitis traumatik pada ternak, tempat pembuangan limbah yang berdekatan dengan kandang menjadi tidak baik karena kandang akan menjadi kotor dan memudahkan bakteri menginvasi kedalam puting, manajemen pemerahan yang tidak sempurna membuat penyebaran penyakit mastitis dari ternak yang sakit ke ternak yang sehat menjadi semakin besar. Simpulan dari 

penelitian ini adalah sistem perkandangan dan manajemen pemerahan yang buruk pada peternakan sapi perah rakyat akan meningkatkan tingkat kejadian mastitis.

Kata Kunci : Sapi Perah, Mastitis, Kandang, Pemerahan