Abstrak


Hubungan Keberadaan Visum Et Repertum Dengan Putusan Hakim Pada Tindak Pidana Penganiayaan


Oleh :
Gregorius Yoga Panji Asmara - G.0012087 - Fak. Kedokteran

Latar Belakang: Proses pemidanaan di Indonesia menggunakan teori pembuktian
negatief wettelijk bewijstheorie. Salah satu alat bukti yang sah dapat berupa Visum
et Repertum, yang mana berperan dalam mengungkap terjadinya suatu tindak
pidana penganiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat
hubungan keberadaan Visum et Repertum dengan putusan hakim pada tindak
pidana penganiayaan.
Metode: Penelitian ini berjenis observasional analitik dengan pendekatan cross
sectional. Sampel diambil secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi
dan eksklusi dari lembar putusan hakim mengenai tindak pidana penganiayaan di
Pengadilan-pengadilan Negeri se-Karesidenan Surakarta (n=80). Kualifikasi luka
yang tercantum pada bagian kesimpulan Visum et Repertum sebagai variabel
bebas dan lama pidana penjara putusan hakim sebagai variabel terikat. Analisis
menggunakan uji Spearman.
Hasil: Uji Spearman memberikan hasil bahwa keberadaan Visum et Repertum
berhubungan dengan putusan hakim dalam tindak pidana penganiayaan.
Hubungan tersebut berkekuatan rendah (correlation coefficient = 0,243).
Kesimpulan: Keberadaan Visum et Repertum berhubungan positif dengan
putusan hakim pada tindak pidana penganiayaan.
Kata Kunci: Visum et Repertum, kualifikasi luka, putusan hakim, pidana penjara,
tindak pidana penganiayaan