Abstrak


Aplikasi Teori Perilaku Berencana (Theory of Planned Behavior) Kesehatan Reproduksi Remaja di SMU Negeri Karanganyar


Oleh :
Lilis Murtutik - S021408035 - Pascasarjana

Latar Belakang: Penyuluhan dan pendidikan kesehatan reproduksi sangatlah penting untuk diketahui terutama remaja usia sekolah, karena usia remaja merupakan usia yang paling rawan mengalami masalah kesehatan reproduksi. Dengan remaja mempunyai pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi diharapkan remaja mampu mempunyai sikap berperilaku seksual yang positif. Subjek dan Metode: Jenis penelitian yaitu survei analitik observasional dengan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB. Lokasi penelitian di SMU Negeri 1 dan SMU Negeri 2 Karanganyar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2016. Populasi seluruh siswa SMUNegeri 1 dan 2 Karanganyar kelas 1 dan 2 sebanyak 205 siswa. Sampel 100 siswa dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan path analysis AMOS 22. Hasil : Pengaruh perilaku kesehatan reprodusi terhadap niat perilaku bernilai positif, yang mana setiap peningkatan satu unit nilai niat perilaku kesehatan meningkatkan sebesar saturasi angka (b = 2.11; CI 95% = 0.381 sd 3.793 ; p = < 0.001). Kontrol perilaku persepsi berpengaruh terhadap niat perilaku bernilai positif, yang mana setiap peningkatan satu unit nilai kontrol perilaku persepsi meningkatkan sebesar saturasi angka (b = 0.28 ; CI 95% = 0.177 sd 0.377 ; p = < 0.001). Norma subyektif berpengaruh terhadap niat berperilaku bernilai positif, yang mana setiap peningkatan satu unit nilai norma subyektif meningkatkan sebesar saturasi angka (b = 0.41; CI 95% = 0.23 sd 0.60 ; p = < 0.001). Pengaruh antara sikap terhadap perilaku kesehatan reproduksi terhadap niat berperilaku bernilai positif, yang mana setiap satu unit nilai sikap meningkatkan sebesar saturasi angka (b = 0.18; CI 95% = 0.070 sd 0.298 ; p = < 0.001) Kesimpulan: kontrol perilaku persepsi, norma subjektif dan sikap terhadap perilaku berpengaruh tidak langsung terhadap perilaku kesehatan reproduksi. Diharapkan untuk meningkatkan perilaku kesehatan reproduksi pada remaja, hendaknya pihak-pihak yang dianggap berperan, senantiasa melakukan suatu perilaku yang tidak bertentangan dengan perilaku kesehatan reproduksi. Kata Kunci: Aplikasi teori perilaku berencana, dan kesehatan reproduksi remaja