Abstrak


Penilaian kinerja keuangan pada perusahaan industri consumer goods perdasar analisis rasio periode tahun 1999-2001


Oleh :
Artiningtyas Surastuti - F3300166 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

ABSTRAK Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk menilai kinerja keuangan pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri consumer goods pada periode tahun 1999-2001. Perusahaan-perusahaan ini adalah perusahaan-perusahaan yang telah go publik dan ringkasan laporan keuangannya telah dimuat dalam ICMD tahun 2002. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka penulis menggunakan metode analisis deskriptif dengan menggunakan teknik analisis rasio. Rasio yang penulis gunakan untuk menilai likuiditas perusahaan adalah Current Ratio, Acid Test Ratio, dan Cash Ratio. Untuk menilai solvabilitas perusahaan penulis menggunakan Rasio Modal Sendiri dengan Total Aktiva, Rasio Modal Sendiri dengan Aktiva Tetap, Rasio Total Hutang dengan Modal Sendiri, dan Rasio Total Hutang dengan Total Aktiva. Untuk menilai rentabilitas perusahaan penulis menggunakan rasio Gross Profit Margin, Operating Profit Margin, Net Profit Margin, ROI, ROE, dan Earning per Share. Untuk menilai aktivitas perusahaan penulis menggunakan rasio Receivable Turnover, Inventory Turnover, dan Total Asset Turnover. Setelah dilakukan analisis, penulis menemukan bahwa PT Mandom indonesia Tbk. mempunyai kinerja keuangan yang kurang baik. PT Mustika Ratu Tbk. mempunyai kinerja keuangan yang baik. PT Unilever indonesia Tbk. mempunyai kinerja keuangan yang baik. PT Procter & Gamble Indonesia Tbk. mempunyai kinerja keuangan yang kurang baik. Dan kinerja keuangan dari perusahaan-perusahaan kelompok industri consumer goods berdasar analisis rasio periode tahun 1999-2001 dilihat dari rata-rata industrinya adalah baik. Dari temuan tersebut, penulis dapat memberikan saran supaya perusahaan tidak menambah jumlah hutang jangka pendek maupun jangka panjangnya, meningkatkan aktiva lancar terutama kas di tangan dan di bank, juga menambah jumlah modal sendiri supaya tingkat likuiditas dan solvabilitas perusahaan dapat meningkat. Selain itu perusahan juga harus berusaha meningkatkan penjualan dan menekan biaya produksi, biaya operasi, dan biaya lain-lain, yang diharapkan dapat meningkatkan laba bersih sehingga rentabilitas perusahaan meningkat. Untuk meningkatkan aktivitas, perusahaan harus mengurangi persediaan, memperbanyak penjualan tunai dan memperpendek jangka waktu penjualan kredit, serta meningkatkan efisiensi aktiva.