Abstrak


Analisis persepsi karyawan terhadap pemberian kompensasi dan pengaruhnya pada kinerja dengan lama kerja sebagai variabel pemoderasi (studi pada karyawan bagian produksi PT. Usman Jaya Mekar dan PT. Industri Sandang Nusantara Unit II Patal Secang di Kabupa


Oleh :
Fendy Firmansyah - F0200050 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Penelitian ini dilakukan untuk menguji : pertama, apakah persepsi karyawan terhadap pemberian kompensasi mempunyai pengaruh yang signifikan pada kinerja karyawan; kedua, apakah pengaruh persepsi karyawan terhadap pemberian kompensasi pada kinerja karyawan dimoderasi oleh lama kerja. Berkaitan dengan masalah tersebut, maka diajukan hipotesis sebagai berikut : pertama, persepsi karyawan terhadap pemberian kompensasi mempunyai pengaruh yang signifikan pada kinerja karyawan; kedua, Lama kerja karyawan memperkuat pengaruh persepsi karyawan terhadap pemberian kompensasi pada kinerja karyawan. Sejalan dengan permasalahan dan hipotesis penelitian tersebut, maka penelitian ini menggunakan metode analisis regresi bertingkat. Penelitian ini mengambil lokasi di PT. Usman Jaya Mekar dan PT. Industri Sandang Nusantara Unit II Patal Secang di Kabupaten Magelang. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan bagian produksi kedua perusahaan tekstil tersebut. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan proportional random sampling. Hasil uji validitas menggunakan teknik Product Moment menunjukkan semua item pertanyaan valid dari total 40 item pertanyaan. Hasil uji Reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha menunjukkan bahwa persepsi terhadap kompensasi memiliki alpha 0,7213 dan kinerja karyawan memiliki alpha 0,7483. Alpha kedua variabel tersebut masuk dalam kategori diterima. Pada analisis regresi bertingkat menunjukkan bahwa sebelum memasukkan variabel moderator lama kerja R² diperoleh sebesar 0,391 artinya 39,1 % kinerja karyawan dipengaruhi oleh persepsi karyawan terhadap pemberian kompensasi, sedangkan sisanya, 60,9 % kinerja karyawan dipengaruhi oleh faktor-faktor selain persepsi karyawan terhadap pemberian kompensasi, nilai F = 65,621 dan signifikansi nilai F sebesar 0,000 (dibawah 0,05) artinya persepsi karyawan terhadap kompensasi dapat digunakan untuk memprediksi kinerja karyawan, nilai t diperoleh sebesar 8,101 dengan signifikansi nilai t sebesar 0,000 (dibawah 0,05) artinya persepsi karyawan terhadap kompensasi berpengaruh secara signifikan pada kinerja. Pada analisis regresi bertingkat setelah memasukkan variabel moderator lama kerja menaikkan R² sebesar 0,004 ( ) dan terjadi penurunan nilai F dari 65,621 menjadi 21,742 dengan signifikansi nilai F sebesar 0,000 (di bawah 0,05) artinya lama kerja dapat digunakan untuk memprediksi dalam memoderat pengaruh persepsi karyawan terhadap kompensasi pada kinerja karyawan. Berdasarkan hasil analisis tersebut maka diambil kesimpulan: pertama, persepsi karyawan terhadap pemberian kompensasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, hal ini ditunjukkan oleh signifikansi nilai t; kedua, lama kerja karyawan memperkuat pengaruh persepsi karyawan terhadap pemberian kompensasi pada kinerja karyawan, hal ini ditunjukkan pada nilai R², dan signifikansi nilai F. Dari hasil penelitian tersebut, peneliti memberikan beberapa saran, yaitu : (a) Untuk perusahaan diharapkan senantiasa memperhatikan persepsi karyawan terhadap pemberian kompensasi karena hal tersebut berpengaruh terhadap kinerja karyawan. (b) Perusahaan sesuai dengan kewenangannya sebaiknya merancang suatu sistem kompensasi yang dapat mendorong para karyawan untuk lebih bersemangat dalam bekerja. Sistem kompensasi tersebut hendaknya dalam penyusunannya melibatkan karyawan (serikat pekerja) sehingga keputusan akhir sistem tersebut dapat diterapkan pada karyawan karena telah mengakomodasi kepentingan dan harapan karyawan. (c) Pihak perusahaan tetap mempertimbangkan lama kerja karyawan dalam perubahan kompensasi. Penghargaan terhadap lama kerja karyawan dari perusahaan akan menjadi nilai tambah (added value) tersendiri bagi perusahaan di mata karyawan.