Abstrak


Pengaruh kebijakan moneter terhadap pertumbuhan ekonomi pasca krisis di Indonesia (januari 1999-desember 2003)


Oleh :
Erma Idayanti - F0101003 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

ABSTRAK Pembangunan ekonomi yang telah berlangsung cukup lama di Indonesia menuntut berbagai prasyarat untuk mencapai keberhasilannya. Salah satunya adalah keterlibatan sektor moneter dan perbankan, yang merupakan salah satu unsur penting dalam proses pembangunan tersebut. Kebijakan moneter dan perbankan sering dipandang mempunyai kekuatan yang lebih dari apa yang secara efektif dapat dicapai dengan kebijakan tersebut. Di satu sisi hal ini dapat dipahami mengingat sektor moneter dan perbankan memang mempunyai fungsi yang mampu memberi pelayanan pada bekerjanya sektor riil, baik kegiatan investasi, produksi, distribusi maupun konsumsi oleh karena itu, pembahasan maupun perumusan kebijakan moneter harus senantiasa ditempatkan pada konteksnya sebagai bagian dari kebijakan nasional yang diarahkan pada upaya pemulihan ekonomi pasca krisis dengan menitikberatkan pada program stabilisasi dan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh inflasi, kurs, JUB, tingkat suku bunga SBI terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia pasca krisis. Data yang digunakan adalah deret waktu (time series) mulai bulan Januari 1999-Desember 2003. Alat analisisnya adalah model ECM (Eror Corection Model), dimana pertumbuhan ekonomi PDB sebagai variabel dependen dan Inflasi, Kurs, tingkat suku bunga SBI, dan JUB sebagai variabel independen. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Inflasi berpengaruh negatif, Kurs berpengaruh negatif, JUB berpengaruh negatif, dan tingkat suku bunga berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi baik jangka panjang maupun jangka pendek. Hasil dari penelitian berdasarkan uji ECM (Error correction model) menunjukkan bahwa inflasi untuk jangka pendek memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan koefisien sebesar –0,770305, sedangkan dalam jangka panjang mempunyai pengaruh positif dan signifikan dengan koefisien sebesar 0,245843. Variabel Kurs jangka pendek mempunyai pengaruh negatif dan signifikan dengan koefisien sebesar –2,430408, sedangkan dalam jangka panjang mempunyai pengaruh negatif dan signifikan dengan koefisien sebesar –1,190790. Variabel JUB menunjukkan untuk jangka pendek mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan sebesar –0,952125 sedangkan untuk jangka panjang mempunyai pengaruh positif dan signifikan dengan koefisien sebesar 0,067834. Variabel SBI untuk jangka pendek mempunyai pengaruh negatif dan signifikan dengan koefisien sebesar –1,032986 dan dalam jangka panjang mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan dengan koefisien sebesar –1,190790. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka terdapat beberapa saran yang diajukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yaitu melalui kebijakan moneter yang lebih ditujukan pada pencapaian kestabilan makroekonomi yang tercermin pada pengendalian variabel ekonomi seperti kestabilan tingkat harga (inflasi), jumlah uang beredar yang sesuai dengan kebutuhan riil perekonomian, nilai tukar Rupiah yang stabil dan kompetitif, serta landasan fundamental ekonomi yang kuat sehingga dapat mendukung terjadinya pertumbuhan ekonomi yang memadai. Kata kunci : inflasi, kurs, JUB (jumlah uang beredar), tingkat suku bunga SBI.