Abstrak


Usulan perbaikan pada perancangan knee ankle foot orthosis (KAFO) dengan menggunakan analisis biomekanik (studi kasus di balai besar rehabilitasi sosial bina daksa Dr. Soeharso surakarta)


Oleh :
Sri Hertanto W - I0301042 - Fak. Teknik

ABSTRAK Salah satu gerakan manusia (human gait) yang sederhana dan mendasar adalah gerakan yang dilakukan oleh kaki manusia. Gerakan kaki antara lain berdiri, berjalan, berlari dan melompat. Gerakan jalan merupakan aktivitas dasar yang sering dilakukan oleh manusia. Namun bilamana salah satu atau bahkan kedua anggota gerak bawah mengalami keterbatasan maka akan mengakibatkan terganggunya berbagai aktivitas kehidupan sehari-harinya. Dalam mengeliminasi keterbatasan tersebut, diperlukan alat bantu untuk anggota gerak bawah yaitu dikenal dengan Knee ankle foot orthosis (KAFO). Oleh karena itu adalah sangat penting untuk merancang KAFO yang memungkinkan mereka berjalan layaknya manusia normal. Untuk itu diperlukan perancangan dan pengembangan KAFO dari segi analisis biomekanika untuk mengetahui sejauh mana gaya, momen dan energy expenditure yang terjadi pada pengguna KAFO saat melkakukan aktivitas gerakan jalan. Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) merupakan salah satu pusat produksi KAFO di Indonesia, selain itu BBRSBD juga merupakan tempat rehabilitasi dan pelatihan bagi pengguna alat bantu gerak di Indonesia. Penelitian ini dilakukan terhadap pengguna KAFO. Hal ini dikarenakan jenis orthosis ini paling banyak digunakan di BBRSBD. Hal yang dikaji dalam penelitian ini adalah gaya dan momen pada tiap persendian anggota gerak bawah serta energy expenditure pengguna KAFO saat melakukan aktivitas jalan. Dari pengolahan data yang dilakukan diketahui bahwa energy expenditure pengguna KAFO untuk gerakan jalan santai masih sangat besar yaitu sebesar 7,188 Kkal/jam/kg atau 151,35% lebih besar sebesar 2,86 Kkal/jam/kg. Untuk itu dilakukan penyesuaian gaya dan momen antara segmen kaki normal dengan segmen KAFO sehingga dihasilkan massa ideal untuk KAFO yaitu sebesar 0,755 Kg untuk segmen paha, 0,716 Kg untuk segmen betis, dan 0,104 kg untuk segmen telapak kaki. Dari penelitian diharapkan usulan KAFO akan lebih dapat mengakomodasi kepentingan pengguna. Kata Kunci: KAFO, Biomekanika, Gaya dan Momen, Energy Expenditure.