Abstrak


Reaksi pasar modal terhadap pengumuman kenaikan bahan bakar minyak, tarif dasar lisrik, dan tarif telepon


Oleh :
Wachyu Setiawan - F1301146 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Abstrak Pasar modal akan dapat berkembang dengan baik apabila kebijakan fiskal dan moneter yang ada dapat memberikan iklim kondusif untuk berinvestasi di pasar modal. Apabila perekonomian nasional tumbuh secara berkesinambungan, dengan inflasi terkendali dan situasi moneter yang menarik. Para pemodal global akan tertarik untuk berinvestasi di bursa efek. Penelitian ini merupakan suatu studi peristiwa (event study). Event yang diangkat sebagai tema penelitian ini adalah pengumuman kenaikan bahan bakar minyak, tarif dasar listrik, dan tarif telepon yang merupakan kebijakan ekonomi pemerintah pada tanggal 2 Januari 2003. Penelitian ini bertujuan menguji reaksi pasar modal (BEJ) terhadap event tersebut dengan menggunakan instrumen abnormal return dan trading volume activity . Penelitian ini hanya menguji kandungan informasi (informasi content), dengan mengambil 40 saham perusahaan manufaktur yang berkapitalisasi pasar paling besar dan aktif selama periode uji dan menggunakan periode uji selama 5 hari perdagangan sebelum dan setelah event. Hasil analisis penelitian ini menyatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan rata – rata abnormal return selama periode uji. Adanya kecenderungan penurunan abnormal return menunjukkan event tersebut berpengaruh terhadap harga saham. Hal tersebut tampak pada event date terjadi reaksi negatif (berupa terjadinya negative abnormal return) secara spontan. Penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan yang signifikan rata – rata trading volume activity sebelum dan setelah event. Pengumuman kebijakan kenaikan bahan bakar minyak, tarif dasar listrik, dan tarif telepon itu mempunyai kandungan informasi yang negatif (bad news) karena jumlah saham yang diperdagangkan menjadi lebih kecil setelah pengumuman. Dari bukti – bukti tersebut disimpulkan bahwa pasar modal (Bursa Efek Jakarta) berreaksi terhadap pengumuman kenaikan bahan bakar minyak, tarif dasar listrik, dan tarif telepon. Keadaan tersebut menuntut para pelaku pasar modal untuk lebih memiliki kepekaan terhadap berbagai kegiatan atau peristiwa yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap fluktuasi harga saham dengan memperhatikan relevansi antara peristiwa dengan pergerakan harga saham di bursa.