Abstrak


Penggunaan bahasa jawa oleh kernet bus kota Surakarta (studi kasus masyarakat tutur bahasa jawa di Surakarta)


Oleh :
Slamet Dwi Priyono - C.0100051 - Fak. Sastra dan Seni Rupa

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif tentang penggunaan bahasa Jawa oleh kernet bus kota Surakarta. Permasalahan penelitian ini adalah bentuk tingkat tutur, alih kode dan campur kode, dan variasi makna tuturan pada penggunaan bahasa Jawa oleh kernet bus kota Surakarta. Untuk mencapai tujuan penelitian digunakan pendekatan sosiolinguistik. Sumber data pada penelitian ini berasal dari informan, yaitu kernet bus kota Surakarta. Data yang digunakan berupa data lisan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua tuturan kernet bus kota Surakarta. Adapun sampel pada penelitian ini yaitu tuturan kernet bus kota Nusa jalur A, Nusa jalur B, Nusa jalur C, dan Atmo jalur D. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode simak (observasi) dan metode cakap atau wawancara mendalam (indepth interviewing). Metode analisis yang digunakan adalah metode padan, dan metode penyajian hasil analisis data yang digunakan adalah metode formal dan informal. Hasil dari penelitian ini adalah deskripsi bentuk tingkat tutur, alih kode dan campur kode, dan variasi makna tuturan pada penggunaan bahasa Jawa oleh kernet bus kota Surakarta. Bentuk tingkat tutur pada penggunaan bahasa Jawa oleh kernet bus kota Surakarta ada tiga, yaitu tingkat tutur ngoko, madya, dan krama. Alih kode yang terjadi pada penggunaan bahasa Jawa oleh kernet bus kota Surakarta adalah alih kode ke dalam (alih kode intern) dan alih kode ke luar (alih kode ekstern). Campur kode yang terjadi pada penggunaan bahasa Jawa oleh kernet bus kota Surakarta adalah campur kode ke dalam (inner code mixing), campur kode ke luar (outer code mixing), dan campur kode ke dalam dan ke luar (inner-outer code mixing). Variasi makna tuturan yang terjadi pada penggunaan bahasa Jawa oleh kernet bus kota Surakarta adalah bentuk-bentuk tuturan kernet yang menyatakan penawaran rute, imbauan, penekanan/penyangatan tuturan, peringatan, aba-aba, dan efektivitas/efisiensi tuturan, serta kosakata khusus penanda tuturan kernet.