Abstrak


Refleksi kehidupan masyarakat perkotaan dalam novel Tikungan karya Achmad Munif (sebuah pendekatan sosiologi sastra)


Oleh :
Eko Prih Hartanto - C0296025 - Fak. Sastra dan Seni Rupa

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Refleksi Kehidupan Masyarakat Perkotaan dalam Novel Tikungan Karya Achmad Munif (Sebuah Pendekatan Sosiologi Sastra). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif terhadap problem dasar masyarakat perkotaan yang tercermin dalam novel Tikungan Karya Achmad Munif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan unsur-unsur struktural yang membangun makna totalitas, problem dasar kehidupan masyarakat perkotaan, dan respon pengarang terhadap problem dasar kehidupan masyarakat perkotaan yang terdapat dalam novel Tikungan karya Achmad Munif. Objek kajian dalam penelitian ini adalah unsur-unsur struktur yang membangun novel Tikungan dan problem dasar kehidupan masyarakat perkotaan yang meliputi maut, cinta, tragedi, harapan, pengabdian, dan hal-hal transcendental yang terkandung dalam novel Tikungan karya Achmad Munif, sedangkan sumberdata dalam penelitian ini adalah novel Tikungan karya Achmad Munif, terbitan Navila Yogyakarta tahun 2000, cetakan pertama setebal 303 halaman. Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah teknik kepustakaan (library research) dan teknik simak catat. Penelitian ini menggunakan beberapa tahap pengolahan data, yaitu deskripsi data, klasifikasi data, analisis data, interpretasi data, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan metode strukturalisme dan kualitatif deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan struktural dan pendekatan sosiologi sastra. Dalam novel Tikungan, latar tempat mempunyai peran penting dalam penyusunan alur cerita. Alur cerita terbentuk karena peristiwa-peristiwa yang dialami oleh tokoh-tokohnya dan tokoh-tokoh itu dihubungkan oleh latar tempat mereka bertemu yaitu di sebuah tikungan yang di sisi-sisinya berdiri kios-kios kecil di kota Yogyakarta. Dari tikungan inilah peristiwa demi peristiwa yang dialami oleh tokoh-tokohnya diceritakan. Problem dasar kehidupan masyarakat perkotaan yang tercermin dalam novel ini adalah maut, cinta, tragedi, harapan, pengabdian, dan hal-hal transcendental. Problem dasar kehidupoan tersebut dicerminkan dalam peristiwa-peristiwa yang dialami para tokohnya. Kematian menurut pengarang adalah sesuatu yang tidak dapat diduga kedatangannya. Respon pengarang terhadap cinta adalah bahwa dalam mencintai sesuatu, manusia harus bersikap tulus. Respon pengarang terhadap tragedi adalah bahwa tragedi yang menimpa seseorang akan mempengaruhi kondisi kejiwaannya. Respon pengarang terhadap problem harapan yang tercermin dalam novel Tikungan adalah bahwa manusia pasti memiliki harapan, namun belum tentu bisa terwujud. Respon pengarang terhadap problem pengabdian adalah bahwa pengabdian harus dilaksanakan secara penuh, tidak setengah-setengah. Respon pengarang terhadap hal-hal transendental adalah bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan sehingga dalam diri manusia terdapat sisi kerohanian yang berhubungan dengan Tuhan.