Abstrak


Evaluasi penyusunan anggaran penjualan pada divisi percetakan dan penerbitan PD Anindya Yogyakarta tahun 2004


Oleh :
Rita Budi Hastuti - F3302532 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

ABSTRAK Penelitian ini menguraikan tentang pengertian anggaran penjualan, unsur-unsur anggaran, syarat-syarat anggaran, tujuan anggaran, manfaat anggaran, kelemahan anggaran, fungsi anggaran, penggolongan anggaran, anggaran penjualan, pengertian forecast penjualan, metode-metode dalam forecast penjualan, melakukan evaluasi dan akhirnya memberi saran sebagai masukan pada pihak manajemen perusahaan untuk bahan pertimbangan. Penulisan Tugas Akhir ini dikhususkan pada anggaran penjualan dalam satu periode atau satu tahun. Menggunakan prosedur penelitian dalam melakukan evaluasi mengenai anggaran penjualan, sehingga mengetahui mengenai proses pelaksanaan penentuan metode yang digunakan. Data-data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan pegawai yang bersangkutan. Permasalahan yang timbul dalam penggunaan metode moment untuk anggaran penjualan adalah penetapan metode yang langsung dari jumlah penjualan yang didapat tanpa memilah-milahkan dari semua jenis produk yang dihasilkan. Anggaran penjualan yang dibuat selalu lebih besar dari realisasinya, menyebabkan strategi pemasaran yang tidak berkembang dalam pencapaian tujuan perusahaan. Teknik analisa data yang dilakukan dengan membandingkan antara perhitungan perusahaan dengan perhitungan penulis melalui evaluasi anggaran penjualan tahun 2004 yang telah dilaksanakan. Sehingga perusahaan dapat menurunkan anggaran penjualan dengan metode yang telah ditetapkan. Hal ini akan mendorong nilai realisasi lebih besar dari anggaran, karena strategi pemasaran yang lebih kreatif dalam memasuki pasaran. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perusahaan tidak memperhitungkan metode moment. Tapi perusahaan ini menggunakan perhitungan penyusunan anggaran dengan kenaikan 10% perbulannya, serta dengan realisasi 75% dari anggaran penjualan. Dari penelitian ini perusahaan sebaiknya menggunakan metode least square, karena memiliki nilai SKF yang terkecil dibanding metode moment dan kuadratik.