Abstrak


Tindak tutur dalam kartun editorial pada media massa cetak


Oleh :
Andi Sumantri - C.0297012 - Fak. Sastra dan Seni Rupa

ABSTRAK Permasalahan penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah tindak tutur yang dipakai dalam kartun editorial pada media massa cetak; 2) Bagaimanakah konteks situasi tutur yang terdapat dalam kartun editorial pada media massa cetak; dan 3) Apakah maksud dan tujuan yang terkandung di balik tuturan kartun editorial pada media massa cetak. Pendekatan yang penulis lakukan adalah pendekatan pragmatik. Teori-teori yang dipakai dalam menganalisis tindak tutur adalah jenis dan fungsi tindak tutur, parameter pragmatik, konteks situasi tutur, dan implikatur percakapan. Sumber data primer diambil dari sepuluh media massa cetak yang telah dipilih berdasarkan kategori-katergori tertentu. Wujud dari data primer berupa tuturan dalam gambar kartun editorial. Sumber data sekunder diambil dari media massa cetak itu sendiri atau media massa lainnya. Wujud dari data sekunder berupa artikel atau berita-berita yang terkait dengan peristiwa dalam kartun editorial. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pemilihan sekelompok subyek yang didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri populasi atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Teknik ini dilakukan untuk mendapatkan sampel yang sesuai dengan ciri-ciri atau sifat-sifat pada populasi. Dari hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa bentuk-bentuk tuturan yang disampaikan oleh kartunis adalah jenis tindak tutur langsung literal dan parameter pragmatik dengan unsur penghormatan yang memiliki kelugasan, kejelasan, dan kegamblangan dalam bertutur yang masih berada dalam koridor norma-norma adat di Indonesia yang penuh dengan penghalusan. Bertindak sebagai penutur dan lawan tutur adalah ilustrator (kartunis) dan pembaca. Konteks tuturan yang terdapat di dalam kartun editorial didominasi oleh konteks politik bila dibandingkan dengan konteks ekonomi, sosial, seni budaya, pendidikan, dan olah raga. Tujuan tutur dalam kartun setidaknya ada, yaitu mengkritik, menyindir, mengomentari, dan menyanjung.