Abstrak


Psychologicall Well-being Lansia Batak Toba Berdasarkan Filosofi Hagabeon, Hamoraon, Hasangapon


Oleh :
Friska Simanjuntak - G0113043 - Fak. Kedokteran

ABSTRAK

Lanjut usia (lansia) merupakan siklus perkembangan manusia yang paling akhir. teori Erickson mengatakan bahwa lansia berada pada tahapan integrity vs despair, dimana pada tahapan ini lansia merefleksikan kembali masa hidupnya. Hal ini juga berlaku pada lansia Batak Toba yang dituntut untuk mengevaluasi diri dan kesuksesannya melalui pencapaiannya terhadap hagabeon (keturunan), hamoraon (kekayaan), dan hasangapon (kehormatan). Hagabeon, hamoraon, hasangapon merupakan takaran keberhasilan bagi masyarakat Batak Toba. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran psychological well-being lansia Batak Toba berdasarkan  pencapaiannya terhadap hagabeon, hamoraon, hasangapon.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis.  Teknik sampling yang digunakan adalah non-random sampling atau  non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, riwayat hidup dan kuesioner psychological well-being, hasil adaptasi dari Ryff’s Psychological well-being scale (? = .92) yang disusun oleh Desiningrum (2014). Subjek penelitian terdiri dari dua perempuan,  TP (81), TN (79), dan dua laki-laki, JS (75), HS (67).
Hasil analisis berdasarkan enam dimensi Psychological well-being yang diukur menunjukkan bahwa: TN dan HS memiliki penerimaan diri yang baik, keempat subjek menunjukkan respon yang positif pada dimensi hubungan yang positif dengan orang lain, TN, JS, HS memiliki otonomi atas dirinya, keempat subjek memiliki penguasaan lingkungan yang baik, tujuan hidup keempat subjek sudah tidak berorientasi pada diri sendiri, dan yang terakhir hanya HS yang menunjukkan respon positif pada dimensi pertumbuhan pribadi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kondisi kesehatan, pendidikan, dan gender subjek mempengaruhi psychological well-being subjek. Pencapaian akan hagabeon, hamoraon, hasangapon tidak mempengaruhi psychological well-being lansia Batak Toba.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa orientasi tujuan hidup lansia Batak Toba tidak lagi mengenai seberapa besar pencapaian mereka akan hagabeon, hamoraon, hasangapon. Lansia Batak Toba lebih berfokus pada kesejahteraan anak-anaknya
 
Kata kunci: lansia, psychological well-being, hagabeon, hamoraon, hasangapon