Abstrak


Eksperimentasi Model Pembelajaran Numbered Heads Together Dan Jigsaw Ii Dengan Guided Discovery Learning Ditinjau Dari Adversity Quotient Pada Pokok Bahasan Fungsi Siswa Kelas VIII SMP Negeri Se-Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2016/2017


Oleh :
Qurrotul ‘ain - S851508029 - Pascasarjana

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui manakah yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, antara model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan guided discovery learning, Jigsaw II dengan guided discovery learning, atau model pembelajaran langsung, (2) untuk mengetahui manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa yang mempunyai tipe AQ climbers, campers, atau quitters, (3) untuk mengetahui pada masing-masing tipe AQ, manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik antara model pembelajaran NHT dengan guided discovery learning, Jigsaw II dengan guided discovery learning, atau model pembelajaran langsung, (4) untuk mengetahui pada masing-masing model pembelajaran, manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik antara siswa dengan tipe AQ climbers, campers, atau quitters.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan rancangan faktorial 3×3. Populasi siswa kelas VIII SMP Negeri Se-Kabupaten Karanganyar tahun 2016/2017, pengambilan sampel dengan teknik stratified cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes, angket dan dokumentasi. Pengujian keseimbangan dengan anava satu jalan dengan sel tak sama. Pengujian prasyarat analisis variansi untuk uji normalitas dengan Lilliefors, uji homogenitas dengan Bartlett. Pengujian hipotesis dengan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama dan uji lanjut analisis variansi menggunakan metode Scheffe’ dengan taraf signifikansi 0,05.
Simpulan penelitian ini menunjukkan: (1) model pembelajaran Jigsaw II dengan guided discovery learning memberikan prestasi belajar matematika lebih baik daripada model pembelajaran NHT dengan guided discovery learning dan langsung, serta model pembelajaran NHT dengan guided discovery learning memberikan prestasi belajar matematika lebih baik daripada model pembelajaran langsung, (2) siswa tipe AQ climbers memiliki prestasi belajar matematika lebih baik daripada siswa tipe AQ  campers dan quitters. Serta siswa tipe AQ campers memiliki prestasi belajar matematika lebih baik daripada siswa tipe AQ quitters, (3) pada masing-masing tipe AQ, model pembelajaran Jigsaw II dengan guided discovery learning memberikan prestasi belajar matematika lebih baik daripada model pembelajaran NHT dengan guided discovery learning dan langsung, serta model pembelajaran NHT dengan guided discovery learning memberikan prestasi belajar matematika lebih baik daripada model pembelajaran langsung, (4) pada masing-masing model pembelajaran, siswa tipe AQ climbers memiliki prestasi belajar matematika lebih baik daripada siswa tipe AQ campers dan quitters. Serta siswa tipe AQ campers memiliki prestasi belajar matematika lebih baik daripada siswa dengan tipe AQ quitters.