Abstrak


Gaya Komunikasi dari Pasangan Calon dalam Pemilihan Umum Gubernur Daerah Khusus Ibukota (Dki) Tahun 2017


Oleh :
Akhmad Nur Ikhsan - S231508005 - Pascasarjana

ABSTRAK

Pemilihan Gubernur (PilGub) di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta beberapa tahun belakangan ini sangatlah menarik untuk dilihat. Hal ini dapat terlihat dari gaya komunikasi para kandidat atau gaya komunikator yang dipersepsikan masyarakat untuk menentukan partisipasi. Apabila kita melihat tingkat partisipasi khususnya PilGub DKI Jakarta mengalami peningkatan tiap tahunnya. Pada tahun 2007 dalam pemilihan Gubernur (PilGub) tingkat partisipasi masyarakat hanya mencapai 65,4?ri jumlah kependudukan masyarakat di DKI Jakarta, sedangkan tahun 2012 pilgub DKI Jakarta pada putaran pertama mengalami penurunan 63,6% namun pada putaran kedua adanya peningkatan sebesar 66,7%. Hal ini disebabkan adanya pendekatan dengan metode- metode  baru  dari  para  kandidat,  sehingga  berdampak  pada  peningkatan  tingkat partisipasi  pemilih.  Salah satu  contoh  pendekatan metode  yang baru dari  kandidat, terlihat pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012 yaitu pasangan calon Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama. Dengan gaya khas yang sederhana, menampilkan apa adanya dan berbicara secara terbuka, merupakan sesuatu yang baru di DKI Jakarta khususnya pada pemilihan umum dan mampu menyentuh hati masyarakat pemilih.

Penelitian ini untuk mengetahui; 1). Adanya hubungan gaya komunikasi dari pasangan calon (komunikator) Gubernur DKI Jakarta 2017 terhadap persepsi masyarakat.  2). Adanya hubungan nilai budaya pasangan calon Gubernur DKI Jakarta 2017 terhadap persepsi masyarakat. 3). Adanya hubungan antara persepsi masyarakat terhadap partisipasi pemilih dalam pemilihan umm Gubernur DKI Jakarta 2017.

Penelitian ini dilakukan di DKI Jakarta dengan pendekatan metode kuantitatif, desain metode survei eksplanatif dan uji Structural Equation Model (SEM). Menggunakan program AMOS versi 22, sebuah model kausal yang diusulkan akan di uji dan dimodifikasi guna mencapai tujuan penulisan. Responden dalam penelitian ini sebanyak
200,  dengan  teknik  pengambilan  sampel  Non  Probability Sampling  dengan  metode
Convenience Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat Pengaruh Langsung Communicator Style dan nilai budaya yang di persepsikan masyarakat dalam menentukan partisipasi pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Hal tersebut dapat dilihat dari koefisien regresi terstandardisir (standardized regression weight) yang menunjukkan pengaruh Communicator Style terhadap persepi sebesar 0,434, pengaruh nilai budaya terhadap persesi sebesar 0,26 dan pengaruh persepsi terhadap partisipasi memilih konvensional sebesar   0,458   dengan   tingkat   signifikansi   yang   baik   (p=0%).   Hasil   ini   dapat

diinterpretasikan bahwa pengaruh Communicator Style adalah dua kali lebih besar dari pengaruh nilai budaya terhadap persepsi. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan beberapa teori atau aspek selain Communicator Style dan nilai budaya. Hal tersebut dikarenakan pada pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2017, mempunyai beberapa aspek yang dapat dilihat. Seperti peran media, politik uang dan sebagainya.

Kata kunci: Communicator Style, nilai budaya, persepsi, partisipasi memilih konvensional