Abstrak


Pelaksanaan sistem distribusi pakaian jadi pada perusahaan konveksi Pulau Teladan


Oleh :
Suci Aminah - F.3202533 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Perusahaan Pulau Teladan berlokasi di daerah Sondakan Laweyan yang mengolah bahan baku (kain) menjadi barang jadi (pakaian). Dengan metode pengiriman produk agar sampai ke konsumen dengan menggunakan sistem distribusi. Penerapan distribusi merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan guna mendukung kelancaran dan mengurangi hambatan dalam pendistribusian pakain jadi kepada konsumen. Tujuan perusahaan didirikan secara umum untuk mendapatkan laba yang optimal, hal ini dapat terwujud dengan ketepatan dan kelancaran waktu pengiriman, tempat pemesanan, kuantitas dan kualitas yang sesuai diharapkan oleh konsumen. Dalam penulisan tugas akhir ini, penulis mengkhususkan pembahasan pada penerapan sistem distribusi pakain jadi pada perusahaan pulau teladan tujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem distribusi langsung dan tidak langsung dengan pembahasan data yang digunakan oleh penulis adalah metode analisis diskriptif kualitatif sedangkan teknik pengumpulan data dengan wawancara baik untuk memperoleh data primer maupun data sekunder. Dari penulis tugas akhir ini, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa penerapan sistem distribusi pakain jadi pada perusahaan Pulau Teladan sudah cukup baik dilihat dari sistem distribusi langsung dan sistem distribusi tidak langsung. Tetapi dalam penulisan ini, penulis mengemukakan kekurangan yang ada pada perusahaan yaitu kurang optimalnya fungsi kantor pemasaran. Dari kesimpulan diatas, penulis memberikan saran kepada perusahaan Pulau Teladan. Saran yang diberikan oleh penulis antara lain: 1. Memperluas sistem distribusi yang lebih luas dengan menambah kantor pemasaran dan menjalin kerjasama dengan pedagang besar dan pedagang kecil yang sekaligus sebagai media promosi produk perusahaan kepada konsumen. 2. Pelayanan purna jual yang memuaskan konsumen agar menjadi pelanggan tetap seperti jaminan kualitas dan penerimaan pengembalian produk yang rusak. 3. Tetap mempertahankan distribusi langsung meskipun volume penjualan rendah, karena perusahaan ingin memaksimalkan laba.