Abstrak


Evaluasi penentuan harga pokok produksi dengan metode job order costing pada Pradan Furniture Surakarta


Oleh :
Yunita Handayani - F.3302121 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penentuan harga pokok produksi Pradan Furniture yang menggunakan metode pesanan berdasarkan data biaya-biaya produksi pada bulan april 2005. pada perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan pesanan biasanya akan menentukan harga pokok produksinya bersamaan dengan adanya pesanan yang masuk dari pihak luar. Penentuan harga pokok produksi di muka tersebut digunakan agar perusahaan dapat menentukan laba maksimal yang diharapkan ketika terjadi proses tawar menawar dengan pemesan. Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Menurut obyek pengeluarannya, secara garis besar biaya produksi ini dibagi menjadi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik. Analisis data yang dilakukan penulis menemukan bukti bahwa dalam penghitungan biaya bahan baku ditentukan dengan mengalikan kuantitas bahan baku yang dipakai dengan harga perolehan bahan baku. Perhitungan biaya tenaga kerja langsung ditentukan dengan mengalikan jumlah karyawan yang mengerjakan tiap pesanan dengan jumlah karyawan yang mengerjakan tiap pesanan dengan jumlah hari yang digunakan untuk mengerjakan pesanan dengan tarif upah per harinya. Penentuan besarnya biaya overhead pabrik ditentukan berdasarkan tarif biaya overhead pabrik ditentukan di muka yang didasarkan pada prosentase dari biaya bahan baku. Tarif yang digunakan tersebut kurang tepat mengingat bahwa unsur biaya overhead pabrik yang paling dominan adalah biaya tenaga kerja tidak langsung, sehingga seharusnya tarif biaya overhead pabrik yang dibebankan di muka adalah prosentase dari biaya tenaga kerja langsung. Bukti yang penulis peroleh mendasari penulis untuk mengajukan saran dan rekomendasi pada Pradan Furniture bahwa dalam penentuan tarif biaya overhead pabrik hendaknya menggunakan dasar pembebanan biaya tenaga kerja langsung seperti yang digunakan oleh penulis dalam analisis data pada penelitian ini. Penggunaan tarif tersebut menghasilkan selisih biaya overhead pabrik yang lebih kecil, yang dapat dijelaskan bahwa jumlah biaya overhead pabrik yang dibebankan lebih mendekati jumlah biaya overhead pabrik yang sesungguhnya yang terjadi, sehingga harga pokok produksi yang dibebankan pada tiap pesanan menjadi lebih tepat yang pada akhirnya harga pesanan yang diberikan pada pemesan lebih tepat pula.