Abstrak


Analisis efisiensi layout fasilitas produksi pada departemen machining PT. Naga Bhuana Aneka Piranti


Oleh :
Dyan Anindyari Suprobo - F.3502024 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

ABSTRAK Penulisan tugas akhir ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui pengelompokan elemen pekerjaan serta tingkat efisiensi dari layout fasilitas produksi pada departemen Machining PT.Naga Bhuana Aneka Piranti. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan layout fasilitas produksi yang efisien dan tepat bagi manajemen departenen machining PT.Naga Bhuana Aneka Piranti. Penelitian ini dilaksanakan terlebih dahulu dengan mengumpulkan data-data yang diperlukan melalui observasi dan wawancara. Dari data-data tesebut peneliti melakukan analisis tingkat efisiensi layout fasilitas produksi departemen machining dengan menggunakan metode keseimbangan lini. Hal ini dimaksudkan untuk menekan serendah mungkin waktu menganggur yang terjadi sehingga tingkat efisiensi yang lebih tinggi dapat dicapai. Dari analisis yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa apabila perusahaan menggunakan 4 stasiun kerja dengan dasar siklus kerja 30.90 menit dicapai efisiensi sebesar 72.35% dengan tingkat penundaan 27.64%. Apabila perusahaan menggunakan siklus kerja 32.30 menit maka dapat dicapai efisiensi kerja sebesar 69.21 % dengan tingkat penundaan sebesar 31.24 %. Sedangkan apabila perusahaan menggunakan stasiun kerja minimum 3 stasiun kerja dengan siklus kerja 30.90 menit, maka dicapai efisiensi sebesar 96.47% dengan tingkat penundaan sebesar3.52 %. Apabila perusahaan menggunakan dasar siklus 32.30 menit dicapai efisiensi sebesar 92.29 % dengan tingkat penundaan sebesar 7.70%. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan efisiensi dapat dicapai perusahaan apabila menggunakan 3 stasiun kerja dengan dasar siklus waktu proses terlama yaitu 30.90 menit daripada menggunakan 4 stasiun kerja yang saat ini dijalankan perusahaan. Ini dibuktikan dengan adanya peningkatan sebesar 24.12 %. Berdasarkan kesimpulan tersebut maka diajukan saran agar perusahaan meninjau kembali penentuan stasiun kerja di Departemen Machining dengan merubah penggunaan stasiun kerja 4 stasiun menjadi 3 stasiun kerja.