Abstrak


Pengaruh Ekstrak Etanolik Akar Tanaman Kelor (Moringa oleifera, Lam.) terhadap ekspresi protein superoksida dismutase (sod) jaringan hepar : tikus putih (Rattus norvegicus) model diet tinggi lemak dan induksi streptozotocin-nicotinamide


Oleh :
Fathia Fauzia Rahmah - G0016075 - Fak. Kedokteran

 

 

Metode: Penelitian bersifat eksperimental laboratorik dengan metode posttest only with control group design. Tikus dibagi 5 kelompok yaitu K1 kontrol normal, K2 diinduksi diet tinggi lemak dan STZ-Na, K3 diinduksi diet tinggi lemak dan STZ-Na dan diberi ekstrak akar kelor dosis 150 mg/KgBB, K4 diinduksi diet tinggi lemak dan STZ-Na dan diberi ekstrak akar kelor dosis 250 mg/KgBB, K5 diinduksi diet tinggi lemak dan STZ-Na dan diberi ekstrak akar kelor dosis 350 mg/KgBB. Diet tinggi lemak dengan diberikan kuning telur bebek 1 ml/100 gramBB dan lemak sapi 1 ml/100 gramBB dan minyak teroksidasi 1 ml/100 gramBB selama 28 hari, ditambah dengan injeksi STZ-Na pada hari ke-25  dan pemberian ekstrak akar kelor selama 28 hari. Pengaruh diet tinggi lemak STZ-Na dan ekstrak akar kelor terhadap ekspresi SOD dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan uji Mann-Whitney.

 

Hasil: Hasil Kruskal-Wallis ekspresi menunjukkan perbedaan bermakna (p<0>

 

Kesimpulan: Pemberian ekstrak etanolik akar kelor dengan dosis 150 mg/kgBB, 250 mg/kgBB, dan 350 mg/kgBB meningkatkan ekspresi superoksida dismutase (SOD) pada jaringan hepar tikus putih model diet tinggi dan induksi streptozotocin-nicotinamide secara signifikan. Peningkatan dosis pemberian ekstrak etanolik akar tanaman kelor meningkatkan ekspresi protein superoksida dismutase (SOD) secara signifikan.

Kata Kunci: ekstrak akar kelor, diet tinggi lemak, streptozotocin-nicotinamide, superoksida dismutase jaringan hepar