Abstrak


Pengaruh Ekstrak Ethanol Propolis terhadap Ekspresi Protein Bcl2, P21 dalam Menekan Proliferasi dan Menginduksi Apoptosis pada Kultur Sel Hepatoma (Hep G2)


Oleh :
Kun Salimah - S501208023 - Pascasarjana

Latar  Belakang  : Karsinoma Hepatoseluler (KHS) merupakan keganasan yang paling sering ke 6 di seluruh dunia, dan merupakan penyebab kematian yang semakin meningkat . Tumor primer di hati sebesar 90 ?alah karsinoma hepatoseluler. Sorafenib   telah  banyak  digunakan  sebagai  pengobatan  kanker hepatoseluler, bekerja dengan menghambat dua jenis kinase yakni profilerasi sel dan angiogenesis (pembentukan pembuluh darah) di mana keduanya berperan besar dalam proses pertumbuhan.Propolis   diketahui   memiliki   aktivitas   anti kanker,   melalui induksi apoptosis dan melalui penghambatan proliferasi dalam siklus  sel. Bax dan Bcl2  termasuk kelompok  famili  protein  B-cell  lymphoma 2   yang   berperan   sebagai   apoptosis   jalur intrinsic dimana BCl2 merupakan protein antiapoptosis. P21 merupakan   suatu tumor suppresor protein memiliki fungsi utama dalam regulasi terhadap progresi siklus sel.
Tujuan Penelitian   : Mengetahui   efek   anti kanker ekstrak ethanol propolis (EEP)    yang berasal    dari    Kerjo,    Karanganyar    pada    kultur    sel    kanker hepatoseluler (Hep G2)   melalui potensinya   sebagai   antikanker   dalam meningkatkan ekspresi  protein  ekspresi P21, menurunkan ekspresi protein bcl2 dalam menekan  apoptosis dan menurunkan proliferasi sel.
Metode  Penelitian  :  Merupakan  penelitian  experimental  laboratories,  post test   with control   group   design.   Dilakukan   pada   sel   Hep G2     dengan perlakuan  pemberian konsentrasi  EEP (½IC50,  IC50,  2IC50),  Sorafenib  IC50, kombinasi  EEP  IC50  + Sorafenib  IC50,  dan  kontrol.  Pengamatan  ekspresi protein  Bax, Bcl2, P21 dengan  metode imunositokimia ,pengamatan  proliferasi sel   dengan   doubling  time, pengamatan apoptosis dengan flowcitometry..   Uji statistik menggunakan ANOVA,   dilanjutkan dengan uji   post hoc Tuckey. Dinyatakan bermakna bila p<0>Hasil Penelitian :  Konsentrasi penghambatan 50 % sel Hep G2 oleh EEP 65,2 ?g/mL,   dan Sorafenib ( 6,08 ?g/mL ) . EEP konsentrasi 2IC50 ( p= 0,001 ) , Sorafenib 1 IC50 ( p=0,001 ), 1IC50 EEP + 1IC50 Sorafenib ( p =0,001) mampu meningkatkan ekspresi protein p21. Konsentrasi 2 EEP ( p=0,040),mampu menurunkan ekpresi protein Bcl2.Hasil  uji ANOVA menghasilkan   p=0,001, menunjukkan   masing-masing   kelompok berbeda   secara   menyakinkan.   Kekuatan   EEP 2IC50 menghasilkan   dampak lebih  besar  dibanding  kelompok  lain  (p<0>0,05). Kekuatan EEP   0,5IC50   setara   dengan   Sorafenib     IC50   dalam menekan   proliferasi 48jam  (p>0,05).  Kekuatan  EEP  1IC50  lebih baik dari  Sorafenib  IC50 dalam menekan proliferasi 72jam (p>0,05).
Kesimpulan  :  Semua  konsentrasi  EEP  meningkatkan  ekspresi  protein  p21, dengan kelompok   EEP   2IC50   memberikan   efek   paling   kuat.   Semua konsentrasi  EEP  mampu menurunkan  proliferasi  sel,  dengan  kelompok EEP 2IC50, memberikan  efek  paling kuat. Konsentrasi  2IC50  EEP berpengaruh terhadap penurunan ekspresi protein bcl2 dan apoptosis sel hepatoma.