Abstrak


Prarancangan pabrik akrilamid dengan proses hidrolisa akrilonitril kapasitas 10.000 ton /tahun


Oleh :
Noviana Kus Yuniati - I.0501036 - Fak. Teknik

ABSTRAK Akrilamid dibuat dengan cara mereaksikan antara akrilonitril dan air pada suhu 80 oC dan tekanan 3 atm di dalam reaktor fixed bed multitube non isothermal, non adiabatis. Komposisi umpan masuk reaktor adalah 7 % berat akrilonitril. Umpan masuk dari bagian bawah reaktor menuju tube-tube reaktor yang berisi katalis raney copper. Reaksi hidrolisa terjadi pada tube-tube reaktor dan bersifat eksotermis, sehingga untuk menurunkan suhu akibat timbulnya panas reaksi digunakan pendingin yang melewati bagian shell reaktor. Pendingin yang digunakan adalah air laut. Pabrik akrilamid ini dirancang dengan kapasitas 10.000 ton / tahun. Bahan baku yang dibutuhkan adalah akrilonitril dengan 99,5 % berat, sebanyak 471,30321 kg / jam dan air sebanyak 791,284 kg/jam. Produk yang dihasilkan berupa larutan akrilamid 50 % dengan jumlah produksi 10.000 ton / tahun. Lokasi pabrik direncanakan di kawasan industri Cilegon, Banten dan dibangun diatas tanah dengan luas 30.000 m2. Pabrik beroperasi selama 24 jam per hari dan 330 hari per tahun. Jumlah kebutuhan tenaga kerja sebanyak 131 orang. Kebutuhan utilitas meliputi air laut sebagai pendingin sebanyak 255,6991 m3/jam, air tanah 6,2845 m3/jam, bahan bakar (solar) sebanyak 450,078 L/jam dan kebutuhan listrik sebesar 265,45 kW. Pabrik direncanakan mulai dikonstruksi tahun 2008. Modal tetap pabrik sebesar US $ 4.492.335,55 dan Rp. 46.240.437.270,04 sedangkan modal kerjanya sebesar US $ 2.854.596,20 dan Rp. 8.160.723.257,35. Biaya produksi total per tahun adalah sebesar US $ 7.972.861,00 dan Rp58.698.471.954,58. Evaluasi ekonomi menunjukkan bahwa : Percent Return On Investment (ROI) sebelum pajak 32,38 %, sesudah pajak 19,43 %, Pay Out Time (POT) sebelum pajak 2,36 tahun, sesudah pajak 3,4 tahun, Break Event Point (BEP) 45,07 %, Shut Down Point (SDP) 23,01 % dan Discounted Cash Flow (DCF) 19,5 %. Dari hasil evaluasi ekonomi tersebut, pabrik dari akrilonitril dan air dengan kapasitas 10.000 ton / tahun cukup layak untuk dipertimbangkan pendiriannya di Indonesia.