Abstrak
Analisis Kompetensi Guru dalam Membelajarkan Koneksi Matematis pada Materi Program Linear untuk Siswa Kelas XI SMAN 3 Surakarta
Oleh :
Anisa Astra Jingga - S851708039 - Fak. KIP
Penelitian
ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi guru dalam membelajarkan koneksi
matematis pada siswa
dan menentukan faktor-faktor yang
mendukung maupun menghambat guru dalam membelajarkan koneksi matematis pada siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif
dengan strategi penelitian etnografi. Data dikumpulkan dengan teknik
dokumentasi, observasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan
tahapan-tahapan Miles dan Huberman yang terdiri dari
reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi.
Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran yang disusun telah
memuat beberapa bagian yang mendukung pembelajaran koneksi matematis seperti
pada IPK, pendekatan, dan model pembelajaran yang digunakan. Akan tetapi, pada
pelaksanaannya banyak kegiatan yang tidak sesuai dengan perencanaan. Tidak
sesuainya pelaksanaan pembelajaran dengan rencana pembelajaran disebabkan oleh keyakinan
guru bahwa kegiatan tersebut menghabiskan banyak waktu. Selama kegiatan
pelaksanaan pembelajaran program linier, koneksi matematis yang muncul tidak
hanya berupa Different Representation (DR),
Instructional Oriented Connection (IOC),
dan Procedural Connection (PC),
tetapi juga Part-whole Relationship (PWR)
dan Implication (IM). Meskipun
demikian, hanya koneksi berupa PC dan IM yang disampaikan oleh guru melalui
kegiatan tanya-jawab, selain itu, koneksi berupa IM dan PWR merupakan koneksi
yang jarang dimunculkan guru selama pelaksanaan pembelajaran. Saat menilai
pelaksanaan pembelajaran, guru hanya memberikan penilaian secara umum dan tidak
terlihat menilai sejauh mana kemampuan siswa dalam menghubungkan
pengetahuannya. Meskipun demikian, guru beberapa kali terlihat melakukan
perbaikan pada pertemuan berikutnya saat peneliti memberikan penilaian terhadap
pelaksanaan pembelajaran tersebut. Kurangnya kegiatan diskusi antar guru dan
kurangnya pembiasaan menyebabkan kegiatan penilaian pembelajaran dan tindak
lanjut terhadap hasil penilaian pelaksanaan pembelajaran tidak dilakukan secara
mendetail dan terstruktur.
Penelitian
ini memperoleh simpulan bahwa secara umum, kompetensi dalam menghubungkan antar ide-ide matematika dan menghubungkan matematika dengan konteks di luar
matematika telah
dimiliki oleh guru, tetapi
kurangnya kesadaran guru tehadap pentingnya koneksi matematis dan
kurangnya pengetahuan guru tentang siswa menyebabkan pembelajaran berpusat pada
guru dan berfokus pada kegiatan pemberian latihan-latihan soal.
Kata kunci: koneksi matematis,
perencanaan, pelaksanaan, penilaian, tindak lanjut