;

Abstrak


Pengembangan Model Pembelajaran Fisika Berbasis Inkuiri Literasi Sains untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sma


Oleh :
Shofwan Ridho - S081608028 - Fak. MIPA

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakteristik pengembangan model pembelajaran Fisika berbasis inkuiri literasi sains pada pokok bahasan momentum dan impuls, (2) mengembangkan model pembelajaran Fisika berbasis inkuiri literasi sains pada pokok bahasan momentum dan impuls yang memenuhi kriteria sebagai suatu model yang layak, (3) mengembangkan model pembelajaran Fisika berbasis inkuiri literasi sains pada pokok bahasan momentum dan impuls menjadi model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

Pengembangan model pembelajaran inkuiri literasi sains ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan yang terdiri dari 10 tahap yaitu: 1) penelitian pendahuluan dan pengumpulan informasi, 2) perencanaan, 3) pengembangan bentuk produk awal, 4) uji coba lapangan awal, 5) revisi produk awal, 6) uji lapangan utama, 7) revisi produk utama, 8) uji lapangan operasional, 9) revisi produk akhir, 10) diseminasi. Penelitian ini dilakukan di SMA Batik 2 dengan jumlah responden sebanyak 270 siswa. Validasi produk melibatkan ahli model pembelajaran, ahli perangkat pembelajaran, ahli materi, ahli media, ahli bahasa, reviewer guru dan peer reviewer teman sejawat.

Hasil penelitian dan pengembangan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) karakteristik model pembelajaran Inkuiri Literasi Sains pada materi momentum dan impuls yaitu adanya sintaks pembelajaran yang meliputi: 1) Pendahuluan; 2) Pertanyaan Kuriositi; 3) Hipotesis Peserta Didik; 4) Kegiatan Elaborasi; 5)Analisis Data dan Pengambilan Keputusan; 5) Generalisasi; 6) Refleksi, (2) kelayakan model setelah diuji validasi oleh ahli model pembelajaran memperoleh nilai 3,5 dengan kategori sangat baik; uji validitas instrumen oleh ahli perangkat pembelajaran memperoleh nilai 3,14 dengan kategori baik; uji validitas modul memperoleh nilai 3,25 dengan kategori baik; uji validitas instrumen melalui tryout pada siswa dan melalui uji ahli validitas instrumen dinyatkan 25 soal valid, nilai yang diperoleh dari guru praktisi adalah 89,59 pada ketegori sangat baik dan nilai yang diberikan siswa sebesar 93,25 pada kategori sangat baik. Setelah dilakukan uji lapangan operasional secara keseluruhan model yang dikembangkan baik dan layak, (3) Model pembelajaran Inkuiri Literasi Sains mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan yang signifikan dari rerata keterampilan berpikir kritis siswa antara existing class dengan modelling class melalui model Inkuiri Literasi Sains, dengan nilai modelling class lebih baik dibandingkan dengan existing class.

Kata Kunci: inkuiri literasi sains; kemampuan berpikir kritis; modelling class; existing clas