Abstrak


Analisis permintaan jeruk lokal (Citrus sp) di Kabupaten Sleman


Oleh :
Yeni Kusuma Dewi - H03040112 - Fak. Pertanian

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji faktor harga jeruk, harga salak, harga pisang, jumlah penduduk dan pendapatan penduduk dalam mempengaruhi permintaan jeruk lokal di Kabupaten Sleman dan menganalisis elastisitas permintaan jeruk lokal di Kabupaten Sleman. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Sedangkan pengambilan lokasi penelitian adalah secara sengaja. Kabupaten Sleman digunakan sebagai lokasi penelitian didasarkan pada produksi jeruk Kabupaten Sleman yang menduduki peringkat kedua di Provinsi DIY dan luas kebun terluas ketiga di Provinsi DIY. Hasil analisis data dengan menggunakan metode regresi linier berganda diketahui persamaan Ln Qj = – 0,891 – 2,445 Ln XHJ + 2,558 Ln XHS + 0,369 Ln XHP + 0,578 Ln XJP + 0,189 Ln XP. Model ini memiliki nilai R2 sebesar 81,9%, yang berarti bahwa besarnya sumbangan variabel harga jeruk, harga salak, harga pisang, jumlah penduduk dan pendapatan per kapita terhadap variasi permintaan jeruk di Kabupaten Sleman sebesar 81,9%, sedangkan sisanya 18,1% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain diluar variabel yang diteliti. Pada uji F dikatakan bahwa variabel harga jeruk, harga salak, harga pisang, pendapatan penduduk dan jumlah penduduk secara bersama berpengaruh terhadap permintaan jeruk di Kabupaten Sleman. Pada uji-t diperoleh bahwa variabel harga jeruk, harga salak dan pendapatan perkapita berpengaruh secara nyata, sedangkan variabel harga pisang dan jumlah penduduk tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan jeruk di Kabupaten Sleman. Koefisien elastisitas harga mempunyai nilai sebesar -2,445, karena nilai ini lebih besar dari satu maka elastisitas ini bersifat elastis. Koefisien elastisitas silang untuk salak mempunyai nilai sebesar 2,558 karena nilai elastisitas bertanda positif hal ini menunjukkan bahwa salak merupakan barang subtitusi, untuk variabel jumlah penduduk mempunyai nilai elastisitas positif sebesar 0,578 yang berarti jumlah penduduk berbanding lurus dengan permintaan jeruk. Untuk koefisien elastisitas pendapatan mempunyai nilai sebesar 0,189 karena nilai ini bertanda positif maka hal ini menujukkan bahwa jeruk merupakan barang normal.