;

Abstrak


Nilai Kemandirian dan Emansipasi dalam Lakon Wayang Banjaran Srikandhi Serta Relevansinya Dengan Materi Ajar Sastra Jawa Tingkat SMA (Kajian Sastra Feminisme)


Oleh :
Kartika Rahmat Sari Dewi - S441602007 - Sekolah Pascasarjana

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi nilai kemandirian dan emansipasi yang  terdapat dalam lakon wayang kulit Banjaran Srikandhi serta relevansinya sebagai materi ajar sastra Jawa tingkat SMA.

Jenis penelitian ini ialah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan kajian sastra feminisme. Sumber data dalam penelitian ini berupa lakon wayang kulit Banjaran Srikandhi dengan dalang Ki Hadi Eko Prayitna., yang telah terdokumentasikan melalui Dara Video Shooting. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis isi, analisis dokumen dan wawancara informan, sedangkan teknik sampling yang digunakan ialah purposive sampling atau sampling bertujuan, yakni mengambil beberapa potong adegan dalam lakon wayang kulit Banjaran Srikandhi yang di dalamnya terdapat representasi dari nilai kemandirian dan emansipasi tokoh perempuan.

Hasil dalam penelitian ini diantaranya (1) Representasi nilai kemandirian dalam lakon wayang Banjaran Srikandhi dimunculkan oleh tokoh perempuan Dewi Gandawati, Dewi Kunti, Dewi Sembadra, Dewi Srikandhi dan Dewi Larasati, dalam bentuk rela berkorban, memiliki daya juang, serta sebagai orang tua tunggal.(2) Representasi nilai emansipasi terwujud dalam bentuk sikap berani, bertanggung jawab, cerdas, serta memiliki jiwa pemimpin. (3) Latar belakang lakon wayang Banjaran Srikandhi relevan dengan materi ajar sastra Jawa tingkat SMA ialah bahasa yang mudah dipahami, alur yang sederhana, serta memperluas khasanah pengetahuan siswa terkait tokoh wayang perempuan dalam Mahbarata.