;

Abstrak


Evaluasi pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan peningkatan kompetensi guru smk mata pelajaran Bimbingan konseling di Lembaga penjaminan mutu pendidikan (LPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta


Oleh :
Adri Margono - S8101002 - Sekolah Pascasarjana

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah evaluasi terhadap pelaksanaan diklat peningkatan kompetensi guru SMK mata pelajaran bimbingan konseling di LPMP D.I Yogyakarta Penelitian dilaksanakan pada bulan oktober sampai dengan desember 2007 di LPMP D.I Yogyakarta dengan sumber data pimpinan, staf, peserta dan rekan peserta pendidikan dan pelatihan. Alat pengumpul data adalah angket, studi dokumen dan wawancara. mengunakan pendekatan penelitian evaluatif dengan pendekatan model Context, Input, Process, dan Product (CIPP). Adapun langkah-langkah dalam menganalisis data ditempuh sebagai berikut : (1) menelaah semua data hasil penelitian (2) Mereduksi data. (3) Menelaah semua data dari berbagai sumber. (4) memvalidasi keabsahan data dan angket. (5) Mendisplay data.(6) Menghitung jawaban informan dari angket yang sudah dinyatakan valid. (7) Menafsirkan dan memaknai data. Data yang sudah direduksi, diklasifikasi-kan kemudian mendisplay data, dan hasil perhitungan untuk ditafsirkan serta dimaknai. (8) Selanjutnya, diruntut keterkaitan antara Conteks - Input – Proses – Product secara sisematik dan terpadu.(9) Kesimpulan dirumuskan berdasarkan runtutan penelitian yang mengacu kepada masalah penelitian. Setelah dilakukan analisis diperoleh kesimpulan bahwa LPMP D.I Yogyakarta telah menetapkan rencana operasional dalam setiap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Peserta telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Penyelenggara telah menyiapkan standar kompetensi guru, panduan, persiapan mengajar, bahan ajar, dan perangkat administrasi diklat, namun deskripsi materi tidak dipersiapkan. Pelaksanaan diklat tergolong baik, dibuktikan dengan para pengajar telah membuat persiapan mengajar (sebanyak = 54%, responden menyatakan baik), penampilan mengajar penatar sebanyak 53%, responden menyatakan baik. Di samping keberhasilan tersebut di atas yang dinyatakan responden, masih ada hal-hal yang dianggap kurang baik adalah sebanyak 23% dan 73% responden menyatakan bahwa terbatas dana dalam pelaksanaan diklat sehingga dalam pelaksanaannya sebagian jam banyak teori. Kelemahan lain dalam pelaksanaan diklat bahwa hasil pretest belum ditindaklanjuti dalam pelaksanaan diklat. Tingkat keberhasilan pelaksanaan diklat sebanyak 71% responden menyatakan baik, dan efektivitas pengelolaan atau penyelenggaraan diklat sebanyak 80% responden menyatakan baik. Sistem evaluasi masih bersifat konvensional. Tingkat keberhasilan dapat dikategorikan berhasil, dengan prestasi hasil belajar peserta nilai 88,75 tertinggi 3,50 dan nilai terendah 81,00. Kinerja peserta (lulusan) diklat berdasarkan hasil evaluasi terhadap persiapan mengajar peserta (lulusan) diklat sebanyak 75% responden menyatakan baik, penampilan mengajar peserta (lulusan) diklat sebanyak 75% resopnden menyatakan baik, dan kinerja peserta (lulusan) diklat di luar tugas rutin mengajar sebanyak 76% responden menyatakan baik.