Abstrak


Perbedaan pengaruh metode latihan berbeban leg-pressdan squatterhadap peningkatan prestasi lari 100 meter ditinjau dari rasio panjang tungkai : tinggi duduk (studi eksperimen pada mahasiswa putra pembinaan prestasi atletik fakultas keguruan dan ilmu pendidikan jurusan POK UTP Surakarta )


Oleh :
Rendra Agung Prabowo - A120908023 - Pascasarjana

Tujuan penelitian adalah (1) Mengetahui perbedaan pengaruh metode latihan leg press dan Squat terhadap peningkatan prestasi lari 100 meter. (2) Mengetahui perbedaan pengaruh antara yang memiliki rasiopanjang tungkai : tinggi duduk yang tinggi, sedang dan rendah terhadap peningkatan  prestasi lari 100 meter. (3) Mengetahui pengaruh interaksi antara metode latihan beban dengan rasio panjang tungkai : tinggi duduk terhadap peningkatan prestasi lari 100 meter.
Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan POK UTP Surakarta selama 9 minggu dengan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 3. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa putra pembinaan prestasi atletik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan POK UTP Surakarta berjumlah 73 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Random Sampling, sampel yang diambil sbanyak 60 mahasiswa, terdiri dari 20 mahasiswa yang memiliki rasio panjang tungkai : tinggi duduk tinggi, 20 mahasiswa yang memiliki rasio panjang tungkai : tinggi duduk sedang, dan 20 mahasiswa yang memiliki rasio panjang tungkai : tinggi duduk rendah. Teknik analisis dengan menggunaka ANAVA. Sebelum menguji dengan ANAVA, terlebih dahulu digunakan uji prasyarat analisis data dengan menggunakan uji normalitas sampel (Uji lilliefors dengan ? = 0,05) dan uji homogenitas varians ( Uji Barlett dengan ? = 0,05 ).Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan leg press dan metode latihan squat terhadap peningkatan prestasi lari 100 meter, p-value= 0,027 lebih kecil dari 0,05. (2) ada perbedaan peningkatan prestasi lari 100 meter antara mahasiswa yang memiliki rasio tinggi duduk dan panjang tungkai tinggi, sedang, rendah, p-value= 0,007 lebih kecil dari 0,05. (3) ada interaksi antara metode latihan berbeban dan rasio tinggi duduk dan panjang tungkai terhadap peningkatan prestasi lari 100 meter, p-value= 0,001 lebih kecil dari 0,05.
Berdasarkan penelitian dan hasil analisis data dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut (1) ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan berbeban leg-press dan squat dalam peningkatan prestasi lari 100 meter. Rata-rata peningkatan masing-masing adalah metode  latihan berbeban leg-press sebesar 0,2970 detik  dan metode latihan berbeban squat sebesar 0,2160 detik.  (2) ada  perbedaan pengaruh yang signifikan peningkatan prestasilari 100 meter antara pelari yang memiliki rasio panjang tungkai : tinggi duduk tinggi, sedang dan rendah. Rata-rata peningkatan masing-masing adalah rasio panjang tungkai : tinggi duduk tinggi sebesar 0,333detik, rasio panjang tungkai : tinggi duduk sedang sebesar 0,221 detik dan rasio panjang tungkai : tinggi duduk rendah sebesar 0,215 detik. (3) Ada pengaruh interaksi antara metode latihan berbeban dan rasio panjang tungkai : tinggi duduk terhadap peningkatan prestasi lari 100 meter. (a) Metode latihan leg press memiliki hasil lebih baik apa bila diberikan perlakuan untuk mahasiswa yang memiliki rasio panjang tungkai :tinggi duduk tinggi. (b) Metode latihan squat memiliki hasil lebih baik apabila diberikan perlakuan untuk mahasiswa yang memiliki rasio panjang tungkai :tinggi duduk rendah.

Kata kunci: Peningkatan Prestasi lari 100 meter, latihan berbeban (leg-press dan squat) panjang tungkai : tinggi duduk, Penelitian eksperimen