Abstrak


Pemetaan Wilayah Risiko Kebakaran Hutan di Lereng Barat Gunung Lawu Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar 2018 (Sebagai Suplemen Materi Pembelajaran Geografi Kelas X Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar 3.2 Memahami Dasar-dasar Pemetaan, Penginderaan Jauh, dan Sistem Informasi Geografis (SIG))


Oleh :
Arif Indirwan Yunanto - K5413011 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Fungsi Kawasan di Kecamatan Tawangmangu; (2) Wilayah risiko kebakaran hutan di Kecamatan Tawangmangu.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan dilaksanakan dengan cara survei dan analisis data sekunder. Penelitian ini menggunakan pendekatan spasial untuk mengkaji fenomena kebakaran hutan lewat aspek keruangan. Pendekatan ni memaparkan hubungan aspek penentu risiko kebakaran hutan dengan persebaran wilayah risiko kebakaran hutan serta agar nampak perbedaannya dengan kajian bidang ilmu lainnya dengan tema yang sama. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lahan hutan di Kecamatan Tawangmangu dengan pengambilan sampel menggunakan cara purposive sampling dengan pertimbangan keterwakilan populasi, aksesibilitas, dan pemerataan persebaran sampel. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan cara observasi lapangan, analisis arsip/dokumen, dan interpretasi citra. Teknik analisis data yang digunakan pada penlitian ini yaitu dengan cara tumpangsusun dan skoring. Analisis pada penelitian ini mengunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis sekaligus untuk memvisualisasikan hasil akhir dalam bentuk sebuah Peta Risiko Kebakaran Hutan Kecamatan Tawangmangu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Di Kecamatan Tawangmangu terdapat 4 macam fungsi kawasan, yaitu fungsi kawasan lindung seluas 4842,34 Ha (77,45%) tersebar di kawasan hutan di Desa Tengklik dan Desa Gondosuli. Kawasan penyangga seluas 1348,31 Ha (21,56%) yang tersebar di sekitar jalan utama Kecamatan Tawangmangu seperti Kelurahan Tawangmangu, dan Kelurahan Kalisoro. Kawasan budidaya tanaman tahunan seluas 18,58 Ha (0,29%), di Desa Plumbon. Kawasan budidaya tanaman musiman dan permukiman seluas 39,38 Ha (0,62%) di Desa Karanglo; 2) Di Kecamatan Tawangmangu terdapat 3 tingkat risiko kebakaran hutan, yaitu sedang (842,52 Ha) tersebar di Desa Sepanjang, Desa Plumbon dan Desa Nglebak. Tinggi (3649,2 Ha) di Kelurahan Tawangmangu dan Kelurahan Kalisoro. Sangat tinggi (889,58 Ha) di Desa Gondosuli, Desa Tengklik dan Kelurahan Blumbang.

Kata Kunci: Kebakaran Hutan, Risiko Kebakaran Hutan, Interpretasi Citra, Sistem Informasi Geografis (SIG)