Abstrak


Kajian Pemberian Kombinasi Pupuk Kimia dan Organik Yang Diperkaya Konsorsium Bakteri Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah


Oleh :
Tiara Dewi - H0713181 - Fak. Pertanian

RINGKASAN

KAJIAN PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK KIMIA DAN ORGANIK YANG DIPERKAYA KONSORSIUM BAKTERI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI SAWAH. Skripsi: Tiara Dewi (H0713181). Pembimbing: MMA. Retno Rosariastuti, Salim Widono, dan Ahmad Yunus. Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Beras (Oryza sativa L.) adalah makanan pokok lebih dari setengah populasi penduduk di dunia. Produksi beras dalam negeri sampai sekarang masih belum memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan intensifikasi pertanian yang mengutamakan tiga komponen revolusi hijau (pupuk kimia, pestisida, dan benih unggul), namun dengan pemberian input pupuk kimia dan pestisida secara berlebihan dan terus menerus dapat mengganggu kesehatan dan kesuburan tanah. Salah satu metode yang dapat diterapkan dalam usaha untuk meningkatkan produktivitas padi dan sekaligus untuk pembenah tanah yaitu dengan penggunaan pupuk organik yang diperkaya dengan pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk kimia, pupuk organik yang diperkaya konsorsium bakteri, dan interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah dan untuk menemukan perlakuan terbaik dari pupuk kimia dan pupuk organik yang diperkaya konsorsium bakteri yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi sawah.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2016 sampai November 2016 di di Lahan Sawah Desa Demaan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Analisis laboratorium dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Laboratorium Biologi dan Bioteknologi Tanah, dan Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret dari bulan Juni sampai Desember 2016. Rancangan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Terdiri atas dua faktor perlakuan yaitu pupuk kimia (P) terdiri dari 2 macam yaitu P0 (tanpa pupuk) dan P1 (pupuk kimia rekomendasi) berdasarkan Permentan No.40 Th. 2007 dan pupuk konsorsium (K) terdiri dari 5 macam yaitu K0 (tanpa pupuk), K1 (dosis 2,5 g tanaman-1), K2 (dosis 5 g tanaman-1), K3 (dosis 5 g tanaman-1), K4 (dosis 7,5 g tanaman-1). K5 (dosis 10 g tanaman-1). Sampel tanaman diambil secara komposit dari tiap perlakuan setelah tanaman siap panen dengan mencabut tanaman sampai akar untuk sampel tanaman yang dianalisis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kimia yang dikombinasikan dengan pupuk organik diperkaya konsorsium bakteri dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi sawah. Kombinasi pupuk kimia dan pupuk organik yang diperkaya konsorsium bakteri (Bacillus sp., Azotobacter sp. dan Pseudomonas sp.) dengan dosis 450 kg ha-1 merupakan kombinasi pupuk yang mampu memberikan hasil maksimum yang dapat menghasilkan 4,97 ton ha-1, sedangkan hasil gabah kering giling terendah yaitu terdapat pada kontrol sebesar 1,16 ton ha-1.
<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]-->