Abstrak


Masyarakat Miskin dengan Budaya Kemiskinan di Permukiman Kumuh (Studi Kasus Masyarakat Miskin di Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Surakarta)


Oleh :
Dita Agnes Dekasari - S251608007 - Fak. ISIP

ABSTRAK
Permasalahan sosial seperti kemiskinan masih banyak ditemukan di daerah
 
 
perkotaan, seperti halnya Kota Surakarta. Penduduk miskin banyak ditemukan di
daerah permukiman kumuh dan padat penduduk yang kemudian beradaptasi dengan
kondisi kemiskinan yang mereka alami dan membentuk suatu budaya kemiskinan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri-ciri masyarakat miskin dan wujud
budaya kemiskinan pada sikap, harapan, perilaku dan juga motivasi pada penduduk
miskin tersebut. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksplanasi ini
dilakukan di kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Surakarta. Penelitian ini
menggunakan landasan teori budaya kemiskinan dari Oscar Lewis. Pengumpulan data
dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan
dalam penelitian ini sebanyak 11 orang yang terdiri dari 2 orang merupakan informan
kunci yaitu kepala Kelurahan Semanggi dan Ketua RW setempat, 7 informan utama
yaitu penduduk di Kelurahan Semanggi dan 2 informan pendukung yaitu pegawai
Kelurahan yang melakukan pendataan penyaluran bantuan pemerintah. Uji validitas
menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ciri-ciri
masyarakat miskin ditunjukkan dari rendahnya tingkat pendidikan, mayoritas bekerja
dalam bidang informal, menempati tanah ilegal dan ketergantungan. Wujud budaya
kemiskinan pada aspek sikap seperti bersyukur atau pasrah, tidak menyadari
pentingnya pendidikan, ketergantungan dan aktif dalam perkumpulan. Selain itu,
aspek harapan seperti keinginan untuk mempunyai pekerjaan tambahan, mendapatkan
bantuan dan ingin memiliki usaha. Aspek perilaku yakni suami/istri bekerja,
mengajukan RTLH, tidak berusaha pindah, putus sekolah dan memaksa untuk dapat
bantuan. Aspek motivasi antara lain penghasilan belum mencukupi, menempati tanah
orang tua, tidak ada biaya sekolah dan agar tidak kena sanksi.  


Kata kunci: masyarakat miskin, permukiman kumuh, budaya kemiskinan