Abstrak


Strategi Pengembangan Agroindustri Berbasis Ubi Kayu di Kabupaten Wonogiri


Oleh :
Yuna Panji Surya - S641108011 - Pascasarjana

Agroindustri ubi kayu sebagaimana agroindustri lain memiliki masalah yang sama dalam pengembangan. Permasalahan  dalam  pengembangan  antara lain  adalah  belum adanya  kerjasama  atau  ikatan  usaha  yang  terbangun secara memadai antar usaha tersebut.  Hal ini  berimplikasi  pada  tidak  tercapainya  tujuan  pengembangan  karena  pelaku  usaha  tidak  mendapatkan  manfaat  yang  proporsional.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman agroindustri berbasis ubi kayu; 2) Menentukan elemen dan sub elemen yang terkait dengan pengembangan agroindustri berbasis ubi kayu serta hubungan dan hierarkinya; 3) Menentukan strategi pengembangan agroindustri ubi kayu.
Analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mendapatkan matriks IE yang memposisikan agroindustri berbasis ubi kayu di Kabupaten Wonogiri berada pada sel II. Industri pada posisi sel II dapat digambarkan sebagai tumbuh dan membangun dengan strategi intesif yang paling tepat diterapkan. 
Strukturisasi sistem terhadap 5 (lima) elemen pengembangan dengan menggunakan Interpretive Structural Modelling (ISM) dengan sub elemen kunci yakni: 1) elemen kendala program sub elemen kuncinya adalah masih rendahnya manajerial dari pelaku usaha agroindustri dan masih kurangnya akses permodalan oleh pelaku usaha; 2) elemen tolok ukur untuk menilai setiap tujuan didapatkan sub elemen kuncinya adalah bahan baku tersedia secara kontinyu; 3) elemen tujuan program didapatkan sub elemen kuncinya adalah proses produksi yang semakin efisien; 4) elemen aktivitas yang dibutuhkan guna merancang tindakan didapatkan sub elemen kuncinya adalah koordinasi antar lembaga yang terkait;dan 5) elemen lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan program didapatkan sub elemen kuncinya adalah Pemerintah Pusat dan Perguruan Tinggi. 
Implementasi Strategi berdasarkan skenario pengembangan dengan melakukan langkah-langkah operasional sebagai berikut: Penetrasi Pasar dilakukan dengan langkah langkah yakni: meningkatan kemampuan pemasaran pelaku usaha, menyediakan bahan baku secara kontinyu dan menyelenggarakan even-even promosi/pameran. Pengembangan Pasar dilakukan dengan membuka saluran distribusi baru, menumbuhkan kemitraan dalam pemasaran dan proses produksi yang efisien dan kontinyu. Pengembangan Produk dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian dalam inovasi produk, menyebarkan informasi teknologi baru dan memperbaiki manajemen usaha pelaku agroindustri berbasis ubikayu.