Abstrak


Analisis Fatigue pada Wearing Course menggunakan Metode Classical Fatigue


Oleh :
Aditya Martien Nugroho - I0112004 - Fak. Teknik

Permasalahan yang sering terjadi pada lapis atas permukaan perkerasan (wearing course) adalah retak yang disebabkan oleh repetisi beban yang berulang-ulang atau biasa disebut dengan  fatigue. Analisis tentang fatigue masih jarang dilakukan di Indonesia. Salah satu metode yang digunakan untuk analisis fatigue adalah metode Classical Fatigue. Dengan menggunakan metode ini akan didapatkan sebuah model persamaan untuk memprediksi umur layan suatu perkerasan wearing course.  

Selain itu dengan adanya permasalahan seperti ini, perlu ada inovasi baik dalam hal material dan perencanaan perkerasan wearing course yaitu dengan memodifikasi campuran aspal seperti penambahan polimer EVA atau menggunakan aspal modifikasi produksi pabrik seperti aspal SBS E-60. Penelitian bertujuan untuk membuat suatu model persamaan fatigue perkerasan wearing
course. Uji marshall dilakukan terhadap 3 jenis campuran aspal yaitu campuran aspal penetrasi 60/70 (tanpa modifikasi), campuran aspal SBS E-60, dan campuran aspal penetrasi 60/70 + EVA. Campuran aspal terbaik (hasil uji Marshall) kemudian diuji menggunakan Indirect Tensile Fatigue Test (ITFT) untuk mendapatkan karakteristik fatigue nya.

Untuk uji  fatigue digunakan alat Indirect Tensile Fatigue Test (ITFT). Benda uji yang digunakan untuk pengujian ITFT berjumlah 3 buah dengan 3 variasi pembebanan yaitu 500 KPa, 600 KPa, dan 700 KPa. Suhu dan frekuensi pengujian masing masing 20
o C dan 10 Hz. Hasil penelitian didapat campuran aspal terbaik hasil uji Marshall adalah campuran aspal penetrasi 60/70 + EVA.
Sedangkan hasil pengujian ITFT terhadap campuran terbaik ini mendapatkan nilai N (jumlah repetisi beban maksimal) pada pembebanan 500 KPa  adalah 10401 cycle, pada pembebanan 600 KPa adalah 6841 cycle, dan pada pembebanan 700
KPa adalah 1371 cycle. Besar nilai initial strain, initial stiffness, dan Nf-50 berturut-turut pada pembebanan 500 KPa adalah sebesar 119 µ?, 20503.5 MPa, dan 8701 cycle. Pada pembebanan 600 KPa adalah sebesar 180 µ?, 22115 MPa,  dan 5492 cycle. Pada pembebanan 700 KPa adalah sebesar 294 µ?, 18337 MPa,
dan 1271 cycle. Hasil pengamatan inilah yang digunakan untuk membuat model persamaan N

Kata Kunci: fatigue, Classical Fatigue, Indirect Tensile Fatigue  Test (ITFT), N, Initial strain, Initial stiffness, Nf-50

 

<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-fareast-language:EN-US;} </style> <![endif]-->